Sukono

Tirawuta, Koransultra.com – Penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Kolaka Timur (Koltim) di lingkup Puskesmas se- Koltim rupanya masih menjadi polemik saat ini.

Pasalnya, banyak tenaga Honorer Daerah (Honda) yang sudah mengabaikan dirinya selama beberapa lama justru tidak menerima SK Bupati seperti ditahun sebelumnya.

Berkembang rumor, jika SK Bupati Koltim hanya diberikan kepada mereka keluarga dari Kepala Puskesmas serta Kadis Kesehatan.

Ada juga yang menyatakan jika pemberian SK Bupati hanya pada mereka yang betul-betul melaksanakan tugas sesuai absensi internal Puskesmas.

Mantan Kepala Puskesmas Tirawuta Sukono, yang juga terlibat dalam pengusulan nama penerima SK Bupati Koltim ditemui Koransultra.com mengatakan, bahwasanya ada beberapa poin penyebab tidak diusulkan nya kembali nama-nama tenaga kesehatan yang sebelumnya menerima SK Bupati Koltim.

“Kami mengusulkan nama tenaga kesehatan untuk menerima SK Bupati berdasarkan absensi kehadiran serta kinerja,” jelas Sukono.

Lebih jelas Sukono menyatakan jika pengusulan nama penerima SK juga berdasarkan rapat internal di masing-masing Puskesmas.

“Jadi ini juga sudah berdasarkan rapat internal kami. Yang malas hadir ya terpaksa kami tidak usulkan lagi,” katanya.

Dikonfirmasi terkait isu pemberian SK Bupati hanya diberikan pada mereka yang keluarga dekat Kepala Puskesmas serta Kadis Kesehatan, Sukono justru membantah tuduhan tersebut.

“Tidak ada seperti itu. Kami yang mengusulkan Dinas menindaklanjuti. Sebab kami juga melihat berdasarkan lama masa kerja tenaga honorer,” pungkasnya.

Sukono menambahkan, jika dirinya juga tidak pernah diperintahkan oleh mantan Plt Kadis Dinkes lama untuk menghapus beberapa nama tenaga kesehatan agar tidak menerima SK Bupati.

“Saya juga tidak pernah diperintah oleh Plt Kadis lama untuk menghapus nama-nama tenaga kesehatan,” jelas Sukono.

Kontributor : Azril

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here