Bupati Wakatobi: Monumen 1000 Parang Resmi Dibangun di Pulau Binongko

Wakatobi, Koransultra.com – Monumen 1000 parang resmi dibangun dengan ditandai peletakkan batu pertama yang langsung dipimpin Bupati Kabupaten Wakatobi, H.Arhawi,SE bertempat di Tanjung Kaurangka, Kelurahan Sowa Kecamatan Togo Binongko. Kamis (02/05)

Dalam sambutan Camat Togo Binongko, Arifin bahwa monumen itu teragenda sejak tahun 2018 lalu lewat festival Kepulauan Tukang besi ke-2 dimana seluruh masyarakat perantau asal Binongko hadir pada momentum Silamabi dan setelah disetujui Pemda maka menjadi bentuk pengakuan dan penghargaan terhadap pandai besi di Binongko.

Kata dia, pandai besi sendiri ditempat peletakkan monumen 1000 parang baik Kelurahan sowa dan kelurahan popalia diperkirakan ada sekitar 70 persen lahir dari pandai besi sebagai penopang kehidupan mereka.

“Ini digagas awalnya beberapa tahun lalu dan hari ini kita letakkan karena berangkat dari keunggulan pariwisata jika yang disodorkan keindahan laut dan pantainya maka kami di Binongko tidak akan kebagian. Sehingga kami sodorkan monumen ini sebagai ikon dan pembeda kami sebagai tempat wisata dan ini pertama tercacat dalam sejarah Bupati meletakkan batu pertama,” katanya.

Sehingga ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati,H.Arhawi, SE yang turun langsung berpanas-panasan dengan mendaki batu cadas hanya untuk meluangkan waktunya meletakkan batu pertama.

Bupati Wakatobi: Monumen 1000 Parang Resmi Dibangun di Pulau Binongko

Sementara itu Kadis Pariwisata, Nadar, S.Ip., M.Si menjelaskan filosofi makna dibalik simbol monumen berdiri ditanah seluas 1 hektar itu item peritem dari rangkaian monumen sesuai latar belakang lokasi menjadi sejarah panjang budaya maritim Wakatobi sebagai situs yuju kaurangka dengan mengingatkan banyak kenangan panjang.

“Monument sendiri diatas ada bintang sebagai panduan kemudian pilar nya simbol parang sebagai penanda lahirnya pandai besi pertama .Hal ini perlu kita upayakan agar eksistensi Binongko dengan pandai besinya tidak bisa hilang,” ujarnya.

Selain itu disebutkan pula simbol kelopak dibawah pilar monumen sebagai simbolisasi alquran. Pulau Binongko masih sesuai alasannya merupakan Pulau Qurani dimana sejumlah tokoh syiar Islam ada.

Berikutnya ruang khusus pada monumen sebagai moseum pariwisata.
Diharap kan siapapun yang berkunjung terutama wisatawan maka akan diukur nama diparang lalu disimpan di ruang museum di monument tersebut.

“Kenapa disini, berlatang belakang bahwa bangsa pandai besi pertama ada disini selain itu dilokasi ini juga sebagai tanda bagi perantau kalau dari daerah lain tanjung inilah yang akan dijumpai pertama”,Terangnya.

Bupati Wakatobi,H.Arhawi,SE mengatakan monumen 1000 parang pulau Binongko adalah salah satu niat besar dan cita-cita besar pemda untuk memajukan Pulau Binongko.Demikian Pembangunan serupa juga terus menerus diupayakan tahun 2019  lewat sisi darat  dermaga ferry pulau Binongko.

“Pulau Binongko ini setiap saya kunjungi turut merasakan betapa sulitnya akses jalan. Maka 2020 kita siapkan  anggaran besar-besaran untuk infrastruktur,” ujarnya.

Ia turut merinci seluruh infrastruktur jalan  masih fokus beberapa pulau seperti Wangi-Wangi,Wangsel, Tomia.Demikian disebutkan mengenai janjinya terkait listrik 24 jam di Pulau Binongko disebutkan bahwa
PLN satu unit sudah selesai. “PLN ini tugas kita semua meski pemda sudah hadirkan getset 2 unit namun itu domain PLN yang tak bisa dicampuri,” ungkapnya.

Termasuk program Wakatobi bersinar lewat UMKM bersinar agar segera disosialisasikan baik perorangan dan per kelompok hingga angka 250 juta. Nelayan Pulau Binongko disebut bakal bisa beli kapal pelingkar dengan dana itu

“Dan tempat ini telah diikhlaskan dan harap pak camat harus disesuaikan dengan luasan jalan. Kalau masih bisa mundur 50 meter sehingga monument ini terbangun bisa monumental dimana ada waktu pejalan kaki dan pengendara nantinya melihat monumen 1000 parang ini,” tukasnya.

Kontributor : Surfianto

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here