Lasusua, Koransultra.com – Dalam rangka menjaga ketersediaan stok/pasokan dan stabilisasi harga kebutuhan pokok jelang bulan puasa dan idul Fitri 1440 H tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar rapat koodinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), diaula pertemuan Kantor Bupati Kolut, Kamis (2/5/2019).

Kegiatan ini dihadiri beberapa kepala OPD lingkup pemerintah Kolut, Wakil Bupati, Kapolres, Kejaksaan, pihak perwakilan Bulog dan BPS.

Dalam sambutannya, Bupati Kolut, H. Nur Rahman Umar mengatakan kegiatan ini membahas ketersedian stok pasokan dan stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan.

“Kegiatan ini juga bersentuhan langsung dengan misi ke 2, ke 5 dan ke 6 pada RPJMD Kolut untuk lima tahun kedepan,” kata Nur Rahman.

Dijelaskan Nur Rahman, inflasi sangat berkaitan erat dan tidak dapat terpisahkan dengan kondisi permbuhan ekonomi yang sedang berkembang di tengah masyarakat sekaligus berdampak langsung terhadap indikator tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Kondisi inflasi daerah kita selama ini, alhamdulillah berlangsung stabil dan terkendali. Bahkan turut memberikan andil pada inflasi Provinsi Sultra melalui bahan pangan berupa pisang, bawang merah, jagung, cabe dan lain-Iain,” ungkap Nur Rahman.

Nur Rahman menilai, inflasi yang berlangsung selama ini masih kondusif dan normal akibat dukungan pasokan bahan kebutuhan pokok dan bahan pangan. Transaksi antara penawaran dan permintaan kebutuhan masyarakat yang selalu terjamin dan lancar di setiap pasar.

‘”Dan sisi lain dukungan infrastruktur dan jaringan pendistribusian pasokan bahan kebutuhan pokok, dan bahan pangan dari sentra produksi baik lokal maupun dari daerah lain hingga keberbagai pasar sampai pada konsumen akhir semakin tersedia dan terpenuhi,” jelas Nur Rahman.

Namun demikian lanjut Nur Rahman, dalam menghadapi Bulan puasa dan Idul Fitri, situasi pertumbuhan ekonomi secara nasionaI sering fluktuatif akibat meningkatnya kebutuhan konsumtif masyarakat secara umum. Hal ini tentunya pihak terkait selalu bersinergi mengambil langkah strategis dan antisipatif terhadap segala sesuatu yang memungkinkan terjadinya kelangkaan pasokan dan akan berdampak langsung pada gejolak fluktuasi harga bahan pangan akibat ulah dan atau motif pelaku usaha yang kemudian dapat meresahkan masyarakat.

“Situasi seperti inilah yang harus kita kendalikan secara ferkoordinatif dan terukur sehingga dinamika perekonomian daerah tetap tumbuh dengan pesat, inflasi tetap terkendali dengan baik,” ujar Nur Rahman.

Nur Rahman mengakui sejak penengahan April yang lalu, beberapa jenis bahan pangan telah mengalami kenaikan harga yang Variafif walaupun masih pada tingkat yang wajar.

Untuk itu Nur Rahman menekankan kepada tim agar mampu menguasai dan membedah hal secara cepat dan tepat.

“Bila perlu mengambil langkah sikap tegas terutama pada lini pendistribusian dan kemungkinan upaya penimbunan barang oleh pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab,” pinta Nur Rahman.

Selain itu, Nur Rahman juga mengamanatkan kepada Tim agar sungguh sungguh mengendalikan proses pendistribusian bahan pangan masyarakat dengan tepat sehingga kemudian tidak memberi ruang bagi pihak pihak yang ingin mengambil keuntungan tidak wajar pada setiap komoditi.

“Saya menghimbau kepada seluruh OPD agar hendaknya menyusun rumusan strategis yang menjadi konsep kerangka pembinaan dan pengembangan ke ekonomian
daerah menurut fungsi tekhnis OPD masing-masing,” tutup Nur Rahman.

Kontributor : fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here