Pemkot Baubau: Inflasi 0,28% April 2019, Aman Hingga Pasca Idhul Fitri

Baubau, Koransultra.com – Wali Kota Baubau Dr.H.AS.Tamrin.MH selaku pimpinan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kota Baubau dalam Rangka Menyambut Hari Raya Idhul Fitri 1440 H/ 2019 M, secara langsung menerima seluruh laporan baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkompinda, Para Stakeholder mulai dari BPOM, Syahbandar, Bulog, PT. Pertamina dan Para pelaku pasar di wilayah teritorial Kota Baubau, demi memastikan jalannya Hari Raya Idhul Fitri yang aman, tertib, damai, dan kondusif.

Berpusat diruang Rapat Kantor Walikota Palagimata, Senin 20/05/2019 pukul 10:00 Wita, Walikota dua periode ini pun mengisyaratkan, agar supaya pengaturan sandang-pangan mulai dari pengadaan sampai pendistribusian supaya tepat sasaran.

“Dalam menghadapi Hari Raya Idhul Fitri, Inflasi ini sangat mempengaruhi situasi kebutuhan manusia, untuk gerakan harga bisa terkendali, supaya kita semua lebih fokus pada kestabilan harga-harga, lebih mengarahkan kepada pihak pelaku pasar,” Tutur AS Tamrin kepada sejumlah anggota rapat.

Wakil Walikota La Ode Ahmad Monianse dikesempatannya mengatakan, Inflasi ini adalah musuh masyarakat, seyogyanya dapat memberikan kemudahan disegala instrumen yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Hari besar Agama Islam yang jatuh pada Juni 2019 mendatang, Informasi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau, hingga April 2019 inflasi berada di 0,28%, masih sangat terkendali.

“Kelangkaan komoditas saat ini masih terdapat bumbu dapur, yakni bawang putih, untuk kebutuhan lainnya kita masih stabil,” Ungkap Kepala BPS.

Hal yang sama diutarakan Kepala Perindustrian Dan Perdagangan Kota Baubau, “Untuk kebutuhan pokok menjelang lebaran masih cukup, hanya saja untuk komoditas telur ayam sedikit naik harganya, namun kita akomodir dengan adanya kegiatan pasar murah kepada masyarakat,” Ungkapnya.

Kegiatan pasar murah, terkhusus bagi kaum duafa, sejak Senin 20 Mei sudah mulai dibuka dan secara resmi dibuka Walikota Baubau pada hari selasa 21 mei 2019.

Lanjut Kadis, Ada tiga titik lokasi pasar murah yakni, Kecamatan Wolio di lembah hijau, Kecamatan Batupoaro di Kota Mara dan Kecamatan Betoambari di Stadion Olahraga”.

Seirama dengan, oleh Dinas Ketahanan Pangan dan keamanan Pangan Kota Baubau, masalah menjelang lebaran yaitu stok bawang putih minim, awalnya 30rb/kilo dan terjadi peningkatan antara Rp 80rb – Rp 100rb/Kilo Gram.

Kesimpulan Walikota secara umum, pada dasarnya inflasi kita masih stabil dan belum mengganggu, semua ini adalah ketererpaduan dari seluruh unsur dan lapisan stakeholder.

“Pasar Murah, konsentrasi tujuan ini minimal meminimalisir kebutuhan masyarakat terkait kebutuhan komoditas, terutama kaum duafa, dan panti asuhan,” Tambah AS Tamrin.

Lanjut Walikota, “Sidak patut dijalankan supaya memperkecil kondisi yang tidak baik dan memonitor segala jenis pangan, sehingga masyarakat terjaga untuk memenuhi segala kebutuhannya,”.

Sebelum rapat selesai, AS Tamrin berpesan, janganlah ada niat untuk meraup keuntungan lebih besar, dengan mencaplok salah satu komoditas, sehingga menimbulkan terjadi peningkatan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau Dr. Roni Muhtar, M.Pd sekaligus moderator rapat dan penggagas kegiatan mengatakan, bahwa rapat ini bertujuan menjaga kestabilan pelayanan pemerintah kepada masyarakat terkhusus pada kebutuhan sandang-pangan hingga menjelang Hari Raya Idhul Fitri pada bulan Juni 2019 mendatang.

“Alhamdulillah seluruh hasil rapat, khususnya sandang-pangan baik, Inflasi kita baik masih dibawah 1%. Adapun kekurangan lain kita sudah solusikan,” Tutup Roni

Sementara informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan, komoditas lain masih berada pada angka normal, ketersediaannya pun mencukupi , dan khususnya masyarakat Kota Baubau dapat merasakan layanan pemerintah yakni pasar murah.

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here