Ilustrasi

Kolaka, Koransultra.com– LSM Wahana Rakyat Indonesi (WRI) Kabupaten Kolaka meminta Kejaksaan Negeri Kolaka agar memanggil pihak pihak yang menerima bantuan alat tangkap ikan dari Dinas perikanan kabupaten Kolaka Sultra pada tahun 2016-2017.

Menurut LSM WRI kolaka kuat dugaan bantuan tersebut diperjual belikan secara pribadi oleh sang penerima bantuan,padahal bantuan tersebut semacam Kapal Perahu satu set dan Perahu jenis bagang satu set sesuai dengan perlengkapanya dan itu semua merupakan bantuan perkelompok yang diberikan dari dinas perikanan Kolaka pada tahun 2016 – 2017 dikecanatan Tanggetada yang lalu. 

Amir Kaharuddin mengatakan, Hampir rata rata yang menerima bantuan yang bernilai ratusan juta rupiah diperjual belikan ,dan menurut pantauan kami di lapangan bantuan alat tangkap ikan yang bernilai jutaan rupiah ini dari Dinas Perikanan sudah diperjual belikan semuanya, dan ini hal hal yang merugikan negara dan hanya menguntungkan diri sendiri saja, ” katanya. 

“Bahkan bantuan alat tangkap ikan itu yang diperjual belikan menurut informasi yang kami dapatkan ada di daerah kabupaten Bombana, sudah dipindah tangankan oleh pihak lain,”ungkap Amir Kaharuddin Ketua LSM WRI kolaka. 

Lanjutnya lagi, seharusnya Dinas perikanan juga turun kelapangan mengecek apakah pihak penerima bantuan ini masih benar benar menfunsikan bantuan atau tidak, karena biar bagaimana pihak Dinas perikanan juga yang harus bertanggung jawab atas penjualan bantuan bantuan yang di berikan kepada sang penerima. Tuturnya. 

Jadi kami minta sebagai kontrol social masyarakat kabupaten kolaka mendesak kepada kejaksaan Kolaka, Polri agar mengecek bantuan alat tangkap ikan yang diturunkan oleh Dinas Perikanan Kolaka pada tahun 2016-2017 ,karena kuat dugaan kami bahwa bantuan alat tangkap ikan yang ratusan juta rupiah sudah dipindah tangankan alias dijual di daerah kabupaten bombana.Tutup Amir Kaharuddin. 

Kontributor : ASJ

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here