Refleksi 15 Tahun Wakatobi, BMW Diskusi Lintas Pemuda Daerah

Baubau, Koransultra.com – Potensi dan Peran Pemuda Menuju Era Milenial sebagai Refleksi 15 Tahun Kabupaten Wakatobi menjadi tema hangat didalam alotnya diskusi lintas pemuda daerah yang diselenggarai dari Barisan Muda Wakatobi (BMW), dilanjutkan buka puasa bersama narasumber dan tamu undangan, bertempat di Kedai Kalapita Coffee, pada Rabu 29 Mei 2019 – pukul 16:00 Wita.

Ketua Panitia Sumardin biasa di sapa Mardin, saat memberi sambutan mengatakan bahwa kegiatan ini dapat memberi faedah positif sesuai judul tema yang diusung.

“Acara ini kita gelar supaya melihat dan merefres kembali daerah Wakatobi yang telah mencapai usia yang ke-15 tahun, khususnya peran pemerintah kepada masyarakat yang mengarah bagi kemajuan daerah,” Ucap Mardin.

Refleksi 15 Tahun Wakatobi, BMW Diskusi Lintas Pemuda Daerah

“Kita inginkan ada kemajuan yang signifikan di Kabupaten Wakatobi lebih maju dalam, dan untuk kakanda narasumber kita hari agar dapat membeberkan upaya dan solusi demi daerah kita Wakatobi yakni Wanci, Kaledupa Tomia dan Binongko,” Pungkas mahasiswa Unidayan Fakultas Hukum.

Hal senada, sambutan yang diberikan oleh Ketua Eksekutif LMND Kota Baubau Rahman Suailo, “Kita mesti punya gerakan yang efektif untuk daerah, bangkitkan potensi kita jangan terus berpangku-tangan, kita harus bangkitkan peran pemuda,” Tuturnya.

“Kabupaten dapat maju, bahkan lebih maju dengan Kabupaten lain. Wakatobi lebih condong pada sumber daya alamnya, ini potensi bila diolah dengan tepat, pemerintah juga harus bersinergi dengan potensi daerah”, Tutup Rahman saat memberikan sambutan dihadapan seluruh OKP.

Refleksi 15 Tahun Wakatobi, BMW Diskusi Lintas Pemuda Daerah

Beberapa tamu narasumber yang sempat diundang antara lain, Bupati Wakatobi H. Arhawi SE (tidak hadir), Ketua DPD PAN Wakatobi H. Suwandi Andi, S. Sos (tidak hadir), Ketua DPC PBB Wakatobi Ilmiati Daud SE MSI (tidak hadir), Ketua DPC PDI-P Wakatobi H. Aliana SE (hadir), Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse (diwakilkan)

Pada dialog publik yang di moderatori oleh Yuhandri Hardiman, dikesempatan 15 menit pertama langsung digunakan oleh Ketua Team Riset LIST INDONESIA La Ode Muhammad Anzal SKM M.Kes, bahwa secara umum riset yang dilakukannya di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan secara khusus di Kabupaten Wakatobi didominasi peran pemuda dalam membangun kekuatan daerah.

“Peran pemuda mampu memberi atmosfer besar pada ekosistem pembangunan daerah, saya menangkap bahwa refleksi 15 tahun Wakatobi isinya adalah peran pemuda terhadap potensi daerah. Pemuda punya peran besar bahkan berpotensi selama 20 – 30 tahun kedepan,” Cetusnya.

Lanjut LMA panggilan akrabnya, “Banyak terlihat potensi, namun hampir tidak ada peran pemuda khususnya mahasiswa, baik itu disektor ekonomi yg diciptakan pemerintah atau masyarakat melalui potensi sosial, menyebabkan tidak terajut sebagai potensi masyarakat untuk daerah,”.

Sebagai periset, tambah LMA “Potensi ekonomi diempat pulau di Wakatobi masih kurang terkelola. Sudah waktunya generasi pemuda untuk bisa menggali potensi daerah, kata kunci saya kepada peran pemuda Wakatobi,” Jelasnya.

Diikuti oleh beberapa berapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kota Baubau, seperti dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), LMND Cabang Baubau, HIPMA Wangi, OPALA, HIPMIT Baubau, serta tamu undangan dari paguyuban Wakatobi.

Pada puncak acara, ditandai lima penanya dari beberapa OKP menyulut bermacam persoalan, mulai dari bidang infrastruktur seperti kebutuhan listrik masyarakat, jalan umum, wisata, pertanian, perikanan yang tujuannya agar dapat melahirkan potensi ekonomi yang mampu menunjang kebutuhan masyarakat.

Kali ini, Ketua DPC PDI-P Wakatobi H. Aliana SE sekaligus salah satu calon Bupati Wakatobi di Pilkada 2020 nanti, akhirnya angkat bicara, dikatakannya kita merindukan bagaimana Wakatobi yang terarah, kita mau kemana lagi jika kita tidak kuatkan integritas.

Menurutnya, masih banyak yang perlu dibenahi. Dikatakannya, Mulai dari penguatan porsi anggaran, yang wajib diutamakan pada sektor pertanian dan perikanan.

“Butuh kebijakan anggaran, politik anggaran, terutama Pemda fokus di dua sektor itu apakah pertanian atau perikanan, maka masalah Wakatobi hampir selesai. Sebab banyak masyarakat di Wakatobi menjalankan dua profesi sekaligus,” Ungkap Aliana

Lanjutnya, “Dia (masyarakat, red) kerja sebagai nelayan sekaligus petani sekaligus dia nelayan, terkecuali orang bajo. Dimana angka kemiskinan masih berada di angka 17%. Berdasarkan hasil medical cek-up wakatobi, masih terdapat pengangguran 5% atau sekitar 5000 orang yang tidak bekerja, bahkan masih banyak dari yang terdata di badan statistik,”.

Melihat dua sisi profesi masyarakat Wakatobi yang tidak bisa dipisahkan, yakni pertanian dan perikanan yang merupakan leading utama ekonomi masyarakat.

Dibidang perikanan, Lanjut Aliana leading sektornya pariwisata untuk mendukung sektor perikanan, seperti industri perikanan semacam pembangunan area budidaya ikan, wisata laut, wisata bahari dan restoran.

Semangat besar kepada daerah tercintanya, H.Aliana “Pembangunan patut kita konsep betul, untuk 50 – 100 tahun kedepan, supaya kita bisa memberi utuh kepada anak cucu kita,” imbuhnya

Sektor Pariwisata membutuhkan kolaborasi program pemerintah pusat, APBD belum mampu menopang, terjadi keterlambatan bila tidak menggunakan alternatif lain.

Melihat infrastruktur, sarana prasarana khususnya listrik Kabupaten Wakatobi masih tiga pulau terkendala, Pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko,
“Persoalan infrastruktur butuh Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP), karena pastinya butuh waktu lama untuk melakukan pengadaan listrik,” Terangnya.

Masih Butuh peningkatan anggaran, DPRD Wakatobi diharapkan mampu bangun komunikasi dengan pihak PT. PLN, Kecilnya APBD Kabupaten Wakatobi akan sulit dinikmati oleh seluruh wilayah kepulauan di Wakatobi.

“Kebijakan anggaran harus mampu mendistribusikan anggaran yang tepat, jadi peran pemuda bagaimana bisa ikut serta mengawal pembangunan, jika saya diamanatkan maka kita terus bangun diskusi bersama para pemuda. Periode kedepan kita tuntaskan pengangguran, Satu sampai dua periode pengangguran ini dapat selesai,” Kata Calon Bupati dari Partai PDI-P

Tambahnya, “Saatnya peran pemuda wakatobi harus bisa memastikan pemimpin kedepan, siapa saja calon pemimpin baru, perlu kepastian khususnya pemahaman daerah wakatobi, punua visi kuat untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Wakatobi,”

Wakatobi punya potensi besar, patut kita gali tentunya hadirnya peran pemuda, kegiatan ini, sebagai ukuran kinerja Pemda, supaya mengukur kinerja dari aparat kita, jangan dilepas begitu saja,” Tutupnya

Kontributor : MUHLIS

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here