Pemda Koltim Distribusi Bantuan untuk Warga Uluiwoi – Ueesi

Tirawuta, Koransultra.com – Musim hujan yang mencapai puncak intensitas di awal Mei ini, telah menyebabkan banjir di beberapa Kabupaten di Sulawesi Tenggara. Akibatnya, aktivitas warga terhambat. Tak hanya itu, lahan pertanian di sejumlah daerah pun terancam puso.

Daerah yang sudah melaporkan terjadinya banjir diantaranya Kabupaten Konawe, Konawe Utara (Konut) dan Konawe Selatan (Konsel), bahkan Kolaka Timur (Koltim) pun tak luput dari bencana ini.

Di Koltim, banjir menghantui sebagian wilayah karena meluapnya sungai dan tersumbatnya aliran air saat hujan. Hal itu bisa dilihat saat hujan deras di Koltim dan sekitarnya pada awal bulan Mei 2019 petang hingga malam. Sejumlah wilayah didaerah tersebut mengalami banjir.

Banjir di Koltim, Dinsos Terjunkan Tagana

Dari data yang diperoleh Koransultra.com, ada sejumlah desa nyaris tenggelam di Koltim akibat banjir. Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun, kerugia warga mencapai ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Perihal terjadinya bencana banjir disejumlah wilayah di Koltim, kini pemerintah daerah Koltim menjadi perhatian serius. Apalagi musim hujan diperkirakan belum mencapai titik puncak sehingga membutuhkan kewaspadaan semua pihak.

Bupati Koltim, Tony Herbiansyah melalui Kadis Komunikasi dan informatika, Inyoman Abdi mengatakan, kepedulian pemerintah daerah akan adanya banjir sudah sejak hari pertama masuk kantor setelah libur panjang Idul Fitri.

”Hari pertama berkantor, pemda Koltim sudah disibukan degan suasana keprihatinan yang mendalam. Kendati bencana banjir tidak hanya terjadi di Koltim saja, namun keseriusan pemerintah dalam menangani mutlak wajib dilakukan,” ujar Inyoman Abdi.

Banjir di Koltim, Dinsos Terjunkan Tagana

Bahkan kata Inyoman, sejak hari pertama berkantor pemerintah langsung terjun ke lapangan.

”Kami langsung diarahkan Bupati untuk secepat mungkin memperhatikan warga yang terkena dampak banjir. Seperti Dinkes diarahkan untuk membuat Posko Kesehatan diseluruh Puskesmas, Dinsos diarahkan untuk menyiagakan anggota Tagana serta memberikan bantuan logistik. Sedangkan BPBD diperintahkan untuk menyiagakan anggota penanganan banjir,” jelas Inyoman, pada koransultra.com.

Lebih lanjut Inyoman menuturkan jika saat ini Pemerintah daerah siaga banjir yang tidak diketahui kapan terjadinya lagi.

”Yang jelasnya pemerintah masih siaga akan terjadinya banjir. Bupati juga setiap saat melaukukan kordinasi dengan kami bawahannya,” katanya.

Kontributor : Dekrit

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here