Lambu Ina mendesak Panja RUU penghapusan Kekerasan Seksual

Raha, Koransultra.com – Yayasan Lambu Ina Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, gencar melakukan perjuangan penghapusan kekerasan seksual baik di wilayah Muna maupun secara nasional.

Diskusi terahir melibatkan Caleg- caleg terpilih dari Perwakilan Partai Hanura,Partai Nasdem dan Partai PDI-P Kab Muna periode 2019-2024 bertempat hotel Asri Mulya, Selasa 25 Juni 2019.

Hal tersebut dengan tujuan mendukung pembahasan draf RUU, penghapusan kekerasan seksual.

Berdasarkan pengalaman Lambu Ina sebagai lembaga layanan menemukan ada 74 kasus Kekerasan seksual yang ditangani sepanjang tahun 2018. Namun dari kasus yang ada keterbatasan hukum dalam memastikan hak-hak korban dalam hal pemulihan, penanganan dan akses keadilan bagi korban belum terpenuhi.

“Untuk itu kami mendesak Panja RUU penghapusan kekerasan seksual, untuk terus membahas dan mempertahankan Draf RUU.
Menolak DIM RUU P-KS versi Pemerintah yang jauh dari pemenuhan hak korban
Partai Politik untuk terus menyuarakan pemenuhan hak perempuan korban kekerasan, “ujar Nusulan wa Ode perwakilan Lambu Ina didampingi Veni Siregar koordinator seknas Forum pengada Layanan Indonesia.

Sementara itu Sahrir Baitul caleg yang terpilih dari partai Hanura sepakat hal tersebut.

“Pada prinsipnya kami mendorong pemerintah baik itu DPR sebagai pengesiatif RUU untuk segera memproses pembahasan tersebut, meski perbedaan pandangan pemerintah dan DPRI tentu kita mencari solusi,” pungkas.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here