Reboisasi Penanaman Intensif di Koltim Diduga Bermasalah

Kolaka, Koransultra.com – Program penanaman Intensif berupa Bibit mahoni dan bitti yang dilakukan di lahan ( reboisasi ) di Desa Puurau, Kabupaten Kolaka Timur tahun anggaran 2018 menuai Kritikan dari Lembaga Swadaya masyarakat Wahana Rakyat Indonesia ( Lsm WRI ).

Amir Kaharuddin saat dijumpai kamis ( 27/6/19 ) Menjelaskan, program reboisasi di Desa Puurau di nilai tidak transfaran, pasalnya pihak pengelolah dalam hal ini UPTD Unit XV Alaaha Kolaka Timur Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara tidak ingin menjelaskan terkait prihal anggaran pekerjaan tersebut.

Menurutnya, dari Hasil dari Investigasi yang dilakukan dilapangan, program reboisasi penanaman intensif berupa bibit mahoni dan bitti Secara keseluruhan sebanyak 27.500 batang, namun hal tersebut di duga tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya.

“Data yang saya temukan, bahwa bibit yang tersalur, itu hanya sekitar 20.000, serta biaya penanaman yang dianggarakan sebesar Rp.40 juta, hal tersebut juga diduga dipotong menjadi sekitar Rp.30.juta,” jelasnya

Amir menambahkan, jika program penanaman intensif berupa bibit mahoni dan bitti diduga Hanya tumbuh sekitar 200 pohon lebih atau 10% dari jumlah total bibit yang disalurkan, untuk itu dirinya menduga program reboisasi tersebut dikerjakan asal -asalan, tidak sesuai dengan petuntunjuk yang ada.

Sementara itu, Kepala UPTD Unit XV Alaaha Kolaka Timur Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Abodi yang coba beberapa kali dihubungi melalui telepon celular, namun tidak mendapat jawaban, di hubngi melalui pesan singkat Wahsaap, juga tidak mendapatkan jawaban.

Kontributor : Andi Hendra

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here