SPP Maba Naik, Mahasiswa Unidayan Demo, Rektor : Kualitas Mesti Kita Tingkatkan

Baubau, Koransultra.com – Naiknya iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) bukan saja kali pertama. Sayangnya, tahun ajaran 2019 – 2020 kali ini pihak Universitas dapat sorotan serius dari mahasiswa senior. Pasalnya, SPP yang diberlakukan pada Mahasiswa Baru (Maba) dianggap besar dan dapat berakibat kurangnya minat calon Maba untuk daftar di Universitas.

Tidak terima SPP naik, Puluhan mahasiswa yang tergabung dari perwakilan setiap fakultas berunjuk rasa didepan gedung Rektorat menolak kenaikan SPP yang diberlakukan kepada Maba. Selasa, (02/07/2019).

Aksi pun diwarnai bakar ban mobil ditutup keranda mayat dibalut kain putih. Tidak lama, timbulah api besar bersama asap hitam tebal menutup bagian depan gedung rektorat, bahkan pintu gerbang masuk Unidayan pun ditutup oleh massa aksi.

SPP Maba Naik, Mahasiswa Unidayan Demo, Rektor : Kualitas Mesti Kita Tingkatkan

Kata seorang mahasiswa, aksi ini untuk menyuarakan aspirasi, kami dari perwakilan masing-masing fakultas menolak kenaikan SPP yang diberlakukan pada Maba,

“SPP naik ini kan bisa mengurangi minat calon Maba untuk masuk di Universitas, Maba ini penerus generasi universitas, sehingga kita tidak inginkan mereka merasa terbebani tingginya SPP. Untuk kesimpulannya kita masih tunggu dari pihak kampus,” Ungkap salah satu massa aksi pada wartawan Koransultra.com.

Berselang beberapa waktu kemudian, massa aksi masuk ke dalam Baruga (ruang rapat, red) Laode Malim, berlanjut dengan diskusi alot dengan para petinggi Universitas.

Rektor Unidayan Ir LM Sjamsul Qamar MT mengatakan, terimakasih atas aspirasi mahasiswa, ini hal yang wajar supaya bisa menanyakan terkait kenapa terjadi kenaikan iuran SPP pada Maba,

“Kenaikan SPP ini kan berlaku pada mahasiswa baru, mungkin yang di khawatiran jumlah mahasiswa baru yang masuk ke Unidayan itu berkurang,” Ucap Rektor kepada sejumlah wartawan.

Menurut pihak Universitas, sesuai pengalaman pihak kampus, bahwa minat kepada jurusan atau program studi itu variabelnya bukan hanya SPP, masih ada jenis peminatan lain, seperi kualitas program studi dan nilai akreditasi setiap jurusan, kata Rektor

Mengingat jumlah perguruan tinggi di Kota Baubau sudah banyak, inipun menjadi ihwal serius pada persaingan di dunia pendidikan.

“Bisa dilihat seperti jurusan Teknik Informatika Unidayan, walaupun tinggi SPP nya tapi kita bisa lihat peminatnya pun tinggi,” Tambah Rektor.

Selain itu, manufer positif dilihat secara akreditasi, bahwa jumlah pembiayaan per mahasiswa pertahun itu dilihat juga didalam akreditasi, standar SPP yang baik itu 18 jt per tahun per mahasiswa,

“Semua ini, tentunya kita juga tidak serta merta langsung naikan, kita lihat keadaan, mana yang memungkinkan, mana yang bisa dilaksanakan sebagai peningkatan, baik pembiayaan bisa teratasi dan begitu juga dengan mahasiswanya,” Pungkasnya.

Terkait tuntutan mahasiswa, pihak kampus masih mengkaji ke tahap evalusi.

Kontributor : ATUL WOLIO

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here