Pelaku Pemotongan, Kurang 1 X 24 Jam di Sergap Satreskrim Polres Baubau

Baubau, Koransultra.com – Luka sobek yang dialami korban YC disebabkan sabetan sebilah parang (sajam, red) tersangka (TSK) AJ umur 20 tahun. Akibat penganiayaan TSK, korban harus dilarikan kerumah sakit Palagimata karena tiga sabetan sajam yang mengenai bagian leher, kepala serta tiga jari korban putus, yakni jari kelingking, jari manis dan jari tengah. Kejadian terjadi pada Jum’at 12/07/2019 sekitar pukul 02:30 Wita, di Jl Patimura (Lrg. Power Kelurahan Wangkanapi Kecamatan Wolio Kota Baubau.

Setelah adanya laporan, Kurang dari 1 x 24 jam yaitu pukul 14:00 Wita, Gabungan Reskrim Polsek Wolio dan Satreskrim Polres Baubau dibantu Satintelkam langsung bergerak menangkap pelaku bersama barang bukti sebilah parang, berlokasi dibelakang Kantor Dolog Kelurahan Wangkanapi Kecamatan Wolio Baubau dan dibawa di Mapolres Baubau. (12/07/2018)

Selanjutnya, Polres Baubau melalui Kasat Reskrim AKP AKP Ronald Arron Maramis SIK bersama seluruh wartawan melakukan rilis pers diruang Kabag Humas Polres Baubau, (13/07/2019) pukul 11:22 Wita.

Saat rilis Kasat Reskrim menjelaskan , hasil keterangan penyidikan bahwa berawal adanya singel damai (perkelahian tangan kosong, red), antara adik tersangka dan korban bersama rekan (lokasi, dilapangan merdeka), karena korban kalah dalam adu jotos, maka lanjut di perkelahian kedua (lokasi, lapangan voli tugu adipura). Karena melihat kawan korban memegang sajam, sehingga TSK dan adik TSK pulang ke kampungnya lalu balik menemui korban. TSK yang hanya mengingat wajah korban saat dilokasi perkelahian, TSK seketika mengayunkan sajamnya mengenai tubuh korban.

Pelaku Pemotongan, Kurang 1 X 24 Jam di Sergap Satreskrim Polres Baubau

“Awalnya sekitar pukul 02.30 Wita, korban bersama rekan-rekanya sedang asyik bercerita di TKP, kemudian pelaku datang dan mendekati korban,” Jelas Ronald kepada sejumlah wartawan.

Tambahnya, “Korban sebenarnya bukan yang dimaksud dalam perkelahian tanding itu, tetapi karena TSK sangat mengingat wajah korban sehingga saat di TKP, TSK langsung menebas beberapa kali, menyebabkan korban mengalami luka sayatan dari sajam yang dibawa oleh TSK,”.

Lebih lanjut saat rilis pers, bahwa hantaman pertama mengenai leher korban dan sempat melarikan diri, namun pelaku mengejar sambil menyerang korban sebanyak 3 kali. selanjutnya, TSK hingga pergi meninggalkan korban setelah gagang parang yang digunakan terlepas.

“Yang jelas ini bukan perkelahian kelompok, tetapi hanya saling mengundang antara adik tersangka dengan teman-teman si korban, dan itu tidak dilaksanakan dengan banyak orang, satu lawan satu dengan tangan kosong,” Tegas Ronald.

Diketahui, Motif dari TSK karena merasa dendam, karena sebelumnya TSK dan adiknya pernah mengalami pengeroyokan dilapangan Voli tugu adipura dan mengalami luka pada bagian perut akibat senjata tajam, sehingga TSK mengira itu dilakukan oleh kelompok korban.

Pemicunya, “Saling ejek mengejek pertamanya lalu lanjut singel damai, dari keterangan mereka setelah perkelahian ya sudah selesai, tapi karena ada pihak puas lalu di kompor – kompori sehingga berlanjut pada penganiayaan”, Ucap Kasat.

Pertanggungjawaban atas perbuatannya, TSK di jerat Pasal 351 Ayat 2 KUHP ancaman hukuman maksimal 5 Tahun penjara.

Selain itu, AKP Ronald menegaskan untuk tidak ada tindak pidana tambahan, karena TSK sudah ditangani Polres Baubau.

KONTRIBUTOR : ATUL WOLIO

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here