Kendari, Koransultra.com – Oknum guru honorer di SDN 39 Kendari diduga melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap salah satu orang tua siswa. Pasalnya, tenaga pengajar di satuan pendidikan itu melontarkan perkataan bernada tinggi dan lantang, terhadap orang tua murid berinisial SN, Sabtu (20 Juli 2019).

Identitas guru honorer tersebut diketahui bernama Siti Alam. Kejadian itu bermula ketika orang tua SN hendak melakukan klarifikasi, terkait permasalahan antara salah seorang guru honorer lainnya di SD 39 Kendari dan pengasuh sang anak.

Anehnya, tiba-tiba saja Siti Alam tak menunjukan etika baik layaknya seorang tenaga pengajar, dan melontarakan kalimat dengan nada yang tinggi, sehingga membuat orang tua siswa SN tersinggung. Padahal, yang ingin ditemui bukanlah oknum guru tersebut, melainkan guru lainnya.

“Jadi, awalnya itu orang tua SN niatnya baik, yakni untuk klarifikasi terkait salah satu permasalahan yang dialami oleh pengasuh SN dengan seorang guru di sekolahnya. Pas kami tiba, Ibu Siti yang merupakan guru honorer ini bukannya menyambut dengan baik, malah mempersilahkan duduk dengan nada yang tinggi bahasanya itu. Dia bilang begini, duduk saja disini,” ujar Paman SN, Andi, menirukan bahasa Siti Alam.

Sebenarnya, kata dia, orang tua SN ingin mengajak berdiskusi secara empat mata dengan guru yang hendak ditemui, agar persoalan bisa diselesaikan dengan baik.

“Akan tetapi, guru (Siti Alam red) yang seolah-olah kami nilai sudah melangkahi kebijakan sekolah dengan gaya bahasa dia,” kata Andi.

Bahkan, saat orang tua SN melakukan mediasi dengan guru yang ingin ditemuinya itu, tiba-tiba saja Siti Alam ini kembali nyeloteh dengan bahasa yang kurang jelas, seakan-akan dia tidak senang dengan kedatangan orang tua SN.

“Kami juga sesalkan kok ada pembiaran atas pendidik yang berwatak tempramental bgitu mengajar, apalagi mengajar siswa sekolah dasar yang seyogyanya diperlukan karakter pendidik yang lebih bisa mengontrol emosi dan kesabaran, bukan yang berkarakter tempramental begitu,” tegas Andi.

Olehnya itu, dia berharap kepada berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan tidak menutup mata, dan membiarkan potensi kekerasan itu terjadi dengan tidak menindak tegas karakter pengajar atau pendidik yang berperilaku tempramental.

Kontributor : Bayu

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here