Ali Basa Plh sekda Muna

Raha, Koransultra.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menyerahkan temuan kepada DPRD Muna untuk segera dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa istansi dilingkup Pemerintahan Kabupaten Muna, soal pengelolaan keuangan yang dinilai tak wajar.

Temuan tersebut diantaranya Sekertariat Daerah, yakni realisasi makan minum Rp204 juta dari total anggaran Rp1 miliar tahun 2018.

“Terkait temuan BPK kami sudah tidak lanjuti sesuai ketentuan, pengembalian melalui Kas Daerah,” ujar Ali Basa,selaku pelaksana harian (plh) sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Muna, Rabu 24 Juli 2019 di Aula DPR.

Kata Ali Basa, pagu Rp1 Miliar bukan berati menjadi temuan, dana tersebut diperuntukan makan minum dalam satu tahun.

“Jadi Rp204 juta dinilai tak wajar oleh BPK. Dari batas waktu yang ditentukan oleh BPK selama 60 hari kami sudah memiliki niat,” ucap.

Badan pemeriksaan keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Sulawesi Tenggara nomor 293.A/S/XIX/KDR/05/2019 terkait Pemeriksaan laporan keuangan Kabupaten Muna tahun anggaran 2018.

Puluhan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), merupakan temuan BPK dari yakni kelebihan volume kegiatan. Temuan BPK antara lain, Dinkes, Sekrtariat Daerah, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Parawisata, BPBD, perindag, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, BAPPEDA dan BKAD. Mereka akan menganti atas kerugian Pemda Muna.

Ketua DPR Muna dr. LM Abdul Rajab Biku, mengatakan, upaya hukum tergantung inspektorat apa lagi tidak diselsaikan batas waktu 60 hari, tanpa kecuali mereka melaksanakan perintah hukum.
Rekomdesi BPK tahun 2018, tentu bisa berkembang ketika dibahas, dalam rapat komisi, bisa saja tahun-tahun tahun sebelumnya,” beber dr. LM Abdul Rajab Biku, pekan lalu.

“Kalau temuan BPK tidak ditindak lanjuti, oleh SKPD maka diberikan rekomendasi kepada bupati sesuai perintah BPK, tentu diberi sangsi,” ujar ketua DPR dr. LM Abdul Rajab Biku, pekan lalu.

Kontributor : Bensar

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here