Baubau, Koransultra.com Diduga sebagai pelaku pemberi suap yang tak kunjung dilaporkan hingga mengendap 8 (delapan) tahun lamanya. Hal itu, kini resmi dilaporkan oleh Kuasa Hukum Forum Komunikasi (Forkom) Mahasiswa Buton Muhammad Agussalim, di Kejaksaan Negeri Baubau, pada Jum’at lalu (23/8).

Hal itu dibenarkan Kepala Tata Usaha Kejari Baubau Ria Rahmayanti kepada wartawan Koransultra.com,
“Saya terima ini, saya masukan di pimpinan, pimpinan di disposisi untuk dikemanakan begitu,” Cetusnya

Seirama dengan Kepala TU. Tutur Kuasa Hukum Forkom Buton
“Secara resmi kita sudah daftarkan laporan dugaan gratifikasi pilkada buton tahun 2011 di Kejati Baubau,” Kata Agussalim didampingi Ketua Forkom Buton Asis.

Diketahui, dimana kasus penyuapan tersebut terjadi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buton pada tahun 2011 silam. Pernah diproses pihak Kejari Baubau tahun 2013 lalu. Kemudian di sidangkan pada Pengadilan Negeri Klas 1A Kendari. Majelis Hakim memutuskan terdakwa Sumarno SE dinyatakan sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berlanjut atau penerima suap.

Didalam putusan tersebut juga disebutkan, bahwa La Maulana selaku Ketua Tim Pemenangan H. La Uku, SH dan Dani, B.Sc terbukti memberikan uang kepada terdakwa Sumarno yang saat itu bekerja sebagai anggota KPU Kabupaten Buton. Sabtu 09/07/2011 silam.

Usai melaporkan secara resmi, Agus berharap, Kejari Baubau serius dalam mengusut pemberi suap, tidak ada tebang pilih dalam menangani perkara apalagi dalam kasus ini,
“Penerima suap telah menjalani pidana terhadap putusan yg inchract 2013 silam. jangan seakan-akan si pemberi suap merasa kebal hukum,” Pungkasnya.

KONTRIBUTOR : ATUL WOLIO

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here