Kasat Lantas Polres Kolut Iptu Muhammad Ansarali, saat memberikan himbauan taat Lalin kepada para jamaah Masjid Desa Awo, Kecamatan Kodeoha, Jumat (13/9/2019). Foto: Istimewa

Lasusua, Koransultra.com – Kesadaran masyarakat Kolaka Utara (Kolut),
Sulawesi Tenggara (Sultra), akan keselamatan berkendara ternyata masih rendah.

Hal ini dibuktikan dari hasil Operasi Patuh 2019. Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Kolut menindak 497 orang pengendara. Dimana, 222 pelanggar didominasi tidak menggunakan Helm. Tentu ini meningkat drastis dibanding tahun 2018 yang hanya tercatat 22 pelanggaran saja.

Meski begitu, tingkat pelanggaran tahun 2019 menurun dari tahun 2018 yang mencapai 674 orang.

Kasat Lantas Polres Kolut, Iptu Muh Ansarali mengatakan, upaya yang dilakukan pihak Lantas Kolut agar masyarakat sadar akan pentingnya keselamatan taat berlalu lintas yakni dengan sosialiasi.

“Sosialisasi ini akan rutin kita lakukan. Ini juga sebagai upaya kita menekan angka Lakalantas dan tertib lalu lintas,” ujar Muh Ansaril saat memberikan imbauan tertib Lalin kepada para jamaah di Masjid Awo, Kecamatan Kodeoha, Jumat (13/9/2019).

Menurut Muh Ansar, rendahnya kesadaran dan kepatuhan masyarakat kepada hukum saat ini adalah tidak menggunakan helm. Kata dia, helm merupakan hal yang sangat penting dalam berkendara. Selain kelengkapan pengendara, memakai helm juga dapat mengurangi resiko cidera kepala saat kecelakaan.

“Banyaknya Lakalantas yang terjadi karena pengendara tidak mematahui peraturan lalu lintas. Salah satu faktornya adalah karena tidak menggunakan helm,” ungkap dia.

Untuk itu, Muh Ansar menghimbau kepada masyarakat agar lebih tertib dan patuh akan peraturan rambu-rambu lalu lintas.

“Bagi warga yang belum cukup umur agar jangan dulu mengendarai sepeda motor,” pinta dia.

Kontributor : Fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here