Rapat Konsolidasi persiapan kegiatan dialog publik terkait pertambangan di Kolaka, Foto: Andi Hendra/Koransultra.com

Kolaka, Koransultra.com – Himpunan Pengusaha Pomalaa (HIPPO), berencana bakal menggelar dialog publik terkait pertambangan nikel di wilayah Kabupaten Kolaka. Tema yang bakal diangkat dalam kegiatan itu yakni, “Relasi Korporasi Pertambaangan dan Esensi Kontrubusinya terhadap Pembangunan Daerah Kabupaten Kolaka”.

Kegiatan itu rencana bakal diselenggaran pada 24 Desember 2019 mendatang di aula salah satu hotel di Kolaka.

Nantinya pemateri dibawakan oleh Sub Direktorat Penerimaan Bukan Pajak Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Direktur penerimaan mineral dan batu bara Kemeterian ESDM, Kadis ESDM Prov Sultra, Kadis Kehutanan Pemprov Sultra, Vp Minin and Operasional Suppor PT Antam Tbk UBPN Sultra, Direktur Chiep Development, Officer PT Vale Indonesia Tbk, serta Manengement Pertamina (Persero) Kolaka.

“Kami mengundang Sebanyak 6 pemateri yang berasal dari Kementrian, Instansi Pemerintahan Provinsi Sultra, serta Petinggi perusahan tambang yang ada di Kabupaten Kolaka. Dialog tersebut nantinya dibuka langsung oleh Bapak Bupati Kolaka, dan pesertanya dari unsur Akademisi, penggiat Pertambangan, LSM/Ormas serta Pemilik IUP se – Kabupaten Kolaka, untuk menjawab pertanyaan publik mengenai kontribusi perusahan pertambangan nikel demi kemajuan Daerah Kabupaten Kolaka,” kata Ambo Dalle, Ketua Panitia kegitan yang juga sebagai Ketua Bidang Humas di HIPPO Kolaka saat ditemui di sekertariat nya, Senin (16/9/19).

Ketua Umum HIPPO Kolaka, H Juhar Sanusi Bulali menuturkan, jika potensi sumber daya mineral di Kolaka yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kecamatan yakni, di Kecamatan Wolo, Wundulako, Baula, Pomalaa, Tanggetada, dan Watubangga dengan deposit yang diperkirakan sekitar 1,30 milyar ton.

Untuk itu, dengan kehadiran beberapa perusahaan raksasa di Kabupaten Kolaka salah satunya dibawah naungan BUMN yakni PT Antam, PT Vale Indonesia dan perusahaan raksasa lainnya serta ditunjang dengan kehadiran korporasi yang bergerak di bidang pertambangan sangatlah memungkinkan untuk percepatan pembangunan Daerah Kabupaten Kolaka melalui PAD.

Namun dalam perjalannya lanjut Juhar, faktanya hal tersebut tak seindah dengan apa yang menjadi harapan masyarakat Kolaka.

Menurutnya, kondisi itu masih menuai pro kontra terkait kontribusi serta mekanisme manajemen kemitraan dan manajemen CSR yang dimiliki oleh PT Antam Tbk.

Serta dengan adanya Isu tentang kehadiran PT Vale Indonesia di Kabupaten Kolaka yang tak kunjung menuai titik terang terkait pembangunan smelter. Belum lagi persolan perusahaan perusahaan lokal yang beroperasi masih memiliki kendala terkait peraturan pemurnian ore nikel.

“Kondisi ini betul adanya atau hanya wacana belaka bagi sebagian pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu HIPPO hadir untuk mempertemukan dan memberikan deskripsi permasalahan permasalahan terkait pertambangan melalui Dialog Publik Pertambangan,” jelasnya.

Kontributor: Andi Hendra

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here