Foto bersama antara Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse bersama Forum Anak Daerah Kota Baubau.

Baubau, Koransultra.com – Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2019, dengan mengangkat Tema ‘Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak’. Hal itu, Pemerintah menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, hak tumbuh kembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai harkat dan martabat manusia, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Berpusat di Aula Kantor Walikota Palagimata. Saptu, (21/9).

Kegiatan tersebut, Walikota Baubau Dr H As Tamrin MH, diwakili Wakil Walikota (Wawakot) La Ode Ahmad Monianse, pada sambutannya berkata, Pemkot Baubau turut berkewajiban dan bertanggung-jawab terhadap perlindungan dan hak-hak anak. Itu pun, dikuatkan dengan lahirnya Pemkot Keputusan Wali Kota No 147/II/2018 tentang Pembentukan Forum Anak Daerah masa bakti 2018 – 2019.

Pun begitu, “Ini langkah komitmen, menjadikan Kota Baubau menjadi Kota Layak Anak (KLA), sekaligus mengoreksi sejauh mana pembinaan anak dalam satu tahun terakhir ini,” Cetusnya.

Sambungnya, “Maka dengan adanya Forum anak, setiap anak punya kesempatan untuk kembangkan minat, bakat, terutama dalam berorganisasi,”

Maknanya, Kata Wawakot, bagaimana menyiapkan generasi bangsa dan itu ada di tumbuh kembang anak. Atas itu, Pemkot sediakan Forum Anak ini untuk menggali potensi anak. Sehingga diharapkan menjadi pelopor dan pelopor. Jadi segala aspirasi anak akan didengar oleh Dewan Anak. Tentu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Wakil Walikota La Ode Ahmad Monianse saat membuka Hari Anak Nasional Tingkat Kota Baubau.

“Terkait kekerasan perempuan dan anak, tentu diharapkan dengan hadirnya Forum Anak ini bisa menjadi salah satu langkah solusi,” Tambah Monianse.

Tak dipungkiri, dibalik tujuan Kota layak anak, kekerasan anak dan perempuan mencapai tumbuh mencapai 42 kasus di Baubau. Hal itu langsung dijawab Wawakot. Dikatakannya, bahwa kita tidak bisa mengukur KLA itu dari jumlah kasus, justru dari kasus itulah acuan kita untuk terus kita eliminir sekecil mungkin.

Lebih jauh Wawakot menerangkan, “Jika muncul data tinggi, justru itu kita berhasil, karena kita sudah berhasil memperkuat anak dan perempuan untuk menyampaikan adanya kekerasan diruang keluarganya. Karena sudah ada kemampuan dari anak tersebut untuk melaporkan,Ungkapnya.

Kepada setiap masyarakat utamanya perempuan dan anak, Wawakot menghimbau, lebih ditingkatkan lagi kesadaran kita semua untuk segera melaporkan bila muncul tindak kekerasan, karena hak mendapat perlindungan itu penting, Harap Monianse sebelum menutup wawancaranya dihadapan seluruh media.

Di kesempatan wawancaranya, Monianse juga sampaikan bahwa setiap anak berkesempatan untuk kemukakan pendapat, aspirasi, kepentingan, dan kebutuhan secara formal. Karena bagaimana pun anak menjadi salah satu keutamaan penting dalam kemajuan pembangunan di Kota Baubau yang kita cintai ini,”

Selain itu, Pemkot Baubau berpesan, kepada pengurus Forum Anak, jalankan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya, khususnya mejadi pelopor pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak dalam rangka mewujudkan Indonesia Layak Anak (ILA) tahun 2030.

“Ya tentu, kita sangat harapkan bisa mencetak generasi muda uang handal. Itu semua sebagai bagian dari kemajuan kita bersama,” Ujar Monianse.

Tak lupa, As Tamrin melalui Wawakot mengungkapkan, senantiasa membangun anak yang sadar akan PO-5, yakni Pomamasiaka, Poangkaangkataka, Pomaemaeaka, Popiapiara, Pobincibincikuli.

Uniknya diakhir kegiatan diselingi lomba kepada seluruh peserta dari Forum Anak Tingkat Kota Baubau yang terdiri dari SD, SMP, SMU/SMK, dari lomba itu 6 (enam) siswa berhasil mendapat hadiah piala dan santunan. Kemudian di tutup dengan pagelaran seni drama dari SMA Negeri 1 Baubau, yang mengisahkan kehidupan rumah tangga dalam mengasuh anak dalam memperoleh hak anak.

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here