Wali Kota Baubau Dr. H. As Tamrin, M. H. didampingi Sekda Baubau Dr. Roni Muhtar, M. Pd., diacara Koja-koja (Diskusi) bertajuk Kahawa Kepton. Foto: Muhlis/Koransultra.com

Baubau, Koransultra.com – Proses dan perencanaan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton), bukan hal asing lagi bagi masyarakat Kota Baubau khususnya dan seluruh masyarakat yang berada di Kepton pada umunya.

Pasalnya, pemekaran tersebut sangat dinanti-nantikan, bahkan sejumlah elemen tak henti bergerak dan terus berupaya semaksimal mungkin agar tujuan dapat tercapai.

Topik itu pun menjadi perbincangan hangat Wali Kota Baubau, As Tamrin bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Roni Muhtar, para tokoh pemuda, akademisi dan Pengurus Sekber Kepton. Tak hanya itu, ikut hadir Kasat Intel Polres Baubau, sejumlah wartawan dan Ibu-ibu undangan. Kegiatan diadakan di teras Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Baubau, Minggu pagi (22/9).

Dalam diskusi, dokumen pemekaran Provinsi Kepton dinyatakan lengkap oleh salah satu Tim Sekber Kepton, Jumani.

Selain itu, pihak Pemkot masih menanti penandatanganan oleh Presiden RI, Joko Widodo terhadap Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) menjadi PP.

Pemkot juga saat ini masih sementara memproses persiapan Grand Desain Rencana Pembangunan Daerah Provinsi Kepton.

Wali Kota As Tamrin mengatakan, hal tersebut perlu dibahas antara pihak Pemerintah Kota Baubau dan DPRD.

“Pokoknya amanah aturan itu kita akan lakukan, itu kan tidak susah juga, semoga DPRD respon cepat itu. Tentu kita pelajari baik-baik instrumen aturannya, sehingga terpenuhinya semua persyaratan untuk terwujudnya Provinsi Kepton,” tandasnya.

Usai diskusi, As Tamrin mengatakan, agenda ini adalah acara sambung rasa antara aktivis, orang tua dan masyarakat umum. Hal yang dibahas yakni berbagai hal urgen terutama menyangkut harapan masyarakat untuk terwujudnya Provinsi Kepton.

“Kita membahas langkah-langkah yang wajar-wajar untuk diambil, sekiranya Kepton ini bisa menjadi kenyataan dan terwujud,” tutur Wali Kota Bau Bau dua periode itu kepada wartawan.

Wali kota pun mengapresiasi atas beberapa usulan yang ada, dimana Rujab Wali kota dapat digunakan dan berfungsi sebagai ruang saling berbagi dan berdiskusi serta kemajuan antara pemerintah dan masyarakat.

“Atas inisiatif mereka, saya menyiapkan tempat di Rujab untuk terjadi sambung rasa, secara harmonis dan santun. Kalau ada yang kurang srek, disini bisa saling tersambung dan tidak ada silang pendapat,” tambahnya.

Disela wawancara, As Tamrin sempat menungkapkan, awal pengajuan pemekaran Kepton sempat terjadi kontroversi, mulai dari pemberian nama Provinsi bahkan terkendala terkait titik lokasi Ibu Kota. Menyahuti itu, Wali Kota serukan agar selalu menjaga kekompakan.

“Kalau tidak kompak tentu akan jauh dengan harapan kita. Sebaliknya, jika kita kompak, saya kira tuhan juga akan menunjukkan jalan kita yang terbaik. Harus dengan ketulusan untuk kita bangun Kepulauan Buton ini,” pungkasnya.

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here