Ketua Keppmmi, Muhammad Dahlin, Foto: Atul/Koransultra.com

Baubau, Koransultra.com – Kesatuan Pemuda Pelajar Mahasiswa Muna Indonesia (Keppmmi) cabang Kota Baubau, meminta Kapolda Sultra Brigjend Pol Merdisyam, mengusut tuntas kasus korban penembakan terhadap mahasiswa di Kota Kendari.

“Kami meminta Kapolda baru untuk mengusut tuntas oknum yang tidak bertanggung jawab atas tewasnya dua orang mahasiswa,” ujar Ketua Keppmmi, Muhammad Dahlin, pada Koran Sultra.

Bila perlu kata Dahlin, Polda Sultra membentuk tim pencari fakta, yang mengikutsertakan anggota Kepolisian, Komnas HAM, dan pemerintah.

“Ini harus dilakukan, demi percepatan pengusutan pelanggaran prosedur penanganan demonstrasi oleh Kepolisian,” ujar Dahlin.

Dikatakan Dahlin, tindakan represif aparat kepolisian dalam pengamanan aksi terhadap mahasiswa, bukan kali pertama dilakukan. Namun sudah sering terjadi.

“Ini seringkali terjadi. Tindakan represif selalu dialami kawan mahasiswa saat berunjuk rasa,” katanya.

Sebagai Ketua Keppmmi, pihaknya siap mengawal proses pengusutan atas tewasnya Randi dan Yusuf.

Keppmmi juga meminta Kapolri Tito Karnavian, untuk turut serta mengusut tuntas kasus berdarah itu.

Sebab, sebelumnya sudah ada penegasan yang terdapat pada Perkapolri nomor 8 tahun 2019, yakni pasal 11 ayat (1) Huruf (j), Bahwa setiap petugas atau anggota polri dilarang menggunakan kekerasan dan atau senjata api yang berlebihan.

Sebagai keluarga korban, Dahlin berharap kepolisian secepatnya menemukan pelaku penembakan terhadap mahasiswa.

Diketahui, Randi dan Yusuf merupakan korban yang diduga tertembak peluru tajam dari aparat kepolisian, saat aksi unjuk rasa penolakan RKUHP dan RUU KPK didepan gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9/2019) lalu.

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here