Ramuan tersebut dikemas dalam botol ukuran satu liter, diberi nama kayu Tampo Barakati. Terjual 4.000 botol dengan harga perbotol Rp10 ribu.

Raha, Koransultra.com – Warga Kelurahan Tampo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Sarifudin Geno, memanfaatkan batang kayu bajaka untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Pasien yang berobat tak hanya pribumi saja, beberapa dari mereka bahkan berasal dari luar pulau Muna.

Kepada awak Koransultra.com, Sarifudin yang ditemui Sabtu (26/10/2019), menjelaskan tentang cara mengolah kayu bajaka menjadi obat. Awalnya kayu tersebut dibersihkan dan direbus bersama beberapa bahan lainnya, airnya lalu diminum pasien.

“Warga Muna menyebutnya Lansau. Ramuan obat ini di merupakan petunjuk dan Alhamdulillah bisa mengobati keluhan pasien, diantaranya kanker payudara, diabetes, ginjal, liver, maag, sakit perut, luka dalam, maupun penambah stamina,” ujarnya.

Saat disambangi, puluhan pasien dengan berbagai keluhan tampak antre demi mendapatkan ramuan air rebusan kayu bajaka itu. Mereka mengaku puas dengan obat yang diberikan.

Testimoni pertama datang dari pria pensiunan TNI, Rewangi yang mengaku menderita penyakit Maag, usus turun, dan sakit pinggang.

Ramuan tersebut dikemas dalam botol ukuran satu liter, diberi nama kayu Tampo Barakati. Terjual 4.000 botol dengan harga perbotol Rp10 ribu.

“Setelah mengkonsumsi selama satu bulan ramuan lansau, penyakit yang saya derita berdasarkan diagnosa dokter itu Alhamdulillah sekarang tidak sakit lagi,” ucapnya.

Pasien lain, Daeng Mbau yang menggigil kedinginan, keram dan nyut-nyutan seluruh badan, mengaku baikan setelah minum ramuan kayu bajaka.

“Konsumsi obat dari dokter sudah 4 tahun, namun kurang berkhasiat. Setelah minum ramuan obat, ginjal, maag maupun sakit pinggang terasa hilang,” tutur Daeng Mbau

Kontributor: Bensar Sulawesi

Editor: Rawal

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here