Foto bersama Bupati Buton, Wali Kota Baubau, Raja dan Sultan di acara Gala Dinner FKMA ASEAN VI POLIMA.

Baubau, Koransultra.com – Ratusan tamu mulai dari Raja dan Sultan se Nusantara hingga tingkat ASEAN, Lembaga Adat, Tamu Pusat dan Daerah se Indonesia.

Itu terlihat, tepatnya hari pertama Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN VI POLIMA 2019, Pemerintah Kota Baubau sambut megah tamu dalam acara ‘Gala Dinner’, sebagai simbol penghormatan, yang dititik lokasikan di pelataran Kantor Wali Kota Palagimata. Senin, (18/11) Pukul 20.00 Wita.

Diawal acara Ketua Forum Silaturahim Keraton Nusantara Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat, mengatakan, hadirnya FKMA di Baubau tentu membawa Budaya Nusantara dan Budaya Buton tetap lestari.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Baubau Dr H As Tamrin MH, saat beri sambutan, ia utarakan bagaimana kondisi psikologisnya yang merasa kagum saat berdiri didepan Raja-raja dan Sultan. Pasalnya, As Tamrin seakan tersanjung dan tidak pernah menduga. Ia pun blak-blakkan dihadapan para tamu FKMA, lalu berkata, bagaimana cara beri sambutan kepada seluruh tamu istimewa malam ini, tutur Wali Kota sembari memberi salam penghormatan kepada seluruh tamu FKMA se-Nusantara dan se Asean.

Wali Kota Baubau Dr H As Tamrin MH beri sambutan diacara Gala Dinner FKMA ASEAN VI POLIMA bersama Raja – raja dan Sultan se – ASEAN di Pelataran Kantor Wali Kota Palagimata.

“Dari itu, keyakinan dan ke sungguh-sungguhan, ditambah upaya maksimal, saling bahu membahu, sehingga hari ini telah sampailah pada kegiatan FKMA Kota Baubau yang kita cinta ini,” Ungkap Wali Kota.

Malam penyambutan ini pun, tak ketinggalan Pemkot Baubau suguhkan menu kompleks khas Sulawesi Tenggara menjadi santap malam spesial bagi Raja-raja dan Sultan.

Puji syukur kepada Allah SWT, tak terbayang. Kata As Tamrin, adanya hari istimewa ini, sebab sebelumnya dikala rapat para Raja dan Sultan se Nusantara saat FKMA IV di Sumenep. dari itu, Kota Baubau yang kemudian dipercayakan para raja dan sultan sebagai lokasi penyelenggaraan FKMA ASEAN VI.

“Mari sama-sama membesarkan budaya kita, kita lepaskan dulu egois kita. Bagi saya ini bagian dari pendirian,” Sambungnya saat isi sambutan.

Wali Kota pun tak sungkan menyeru, agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah Kota Baubau, berama-sama berkontribusi, sebagaimana apa yang menjadi Visi Kota, yakni menjadi daerah yang maju, sejahtera dan berbudaya

Lebih lanjut Wali Kota, menambahkan, “Kalau ada perbedaan maka selesaikanlah dengan tepat, bisa dengan musyawarah mufakat, sesuai Sila ke – 4 Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan”.

Selain menu khas, tari tradisional Nusantara pun menjadi penghias dan hiburan untuk tamu yang hadir. Uniknya, tarian ini merupakan penggabungan 7 (tujuh) tarian dari beberapa daerah se – Nusantara, lalu dikemas menjadi satu dalam waktu 7 (tujuh) menit. Tarian itu, diantaranya Tari Puspanjali dari Bali, Tari Bapang dari Malang Jawa Timur, Tari Lenggang Nyai dari Betawi, Tari Honari dari Wakatobi, Tari Lulo dari masyarakat Tolaki, Tarian dari Aceh, dan Tari Sajojo dari Papua.

Tidak kala serunya, saat penampilan alat musik biola yang dibawakan oleh musisi handal Tengku Rio Riskan, saat Irama merdu biola nya mengcover lagu Kunci Bola dari Malaysia mampu mengunggah rasa, bahkan seluruh tamu sontak tepuk tangan. Keseruan itu makin menambah kesejukkan malam itu, kala Rio duet bersama Ana dari Rusia tampilkan irama kontemporer yang menyatukan antara irama musik Barat, Timur ditambah irama musik Bali diikutkan tarian tradisional dari daerah Bali.

Kemeriahan itu, turut dihadiri Delegasi dari kerajaan Malaysia, Filipina, Thailand hingga seluruh pejabat struktural Provinsi Sultra, Forkompinda, Bupati se – Sultra, seluruh tamu FKMA.

Kontributor: Muhlis

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here