Ibu Hj Wa Ode Asma duduk semba
ri menyampaikan Syair Bula Malino atau Purnama Benderang di acara Seni dan Budaya Buton sebagai rangkaian dari Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA ASEAN VI POLIMA) Tahun 2019 di Kota Baubau

Baubau, Koransultra.com – Hari ketiga Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN VI POLIMA 2019, Kota Baubau kembali tampil fenomenal dalam acara pagelaran Seni dan Budaya adat, yang berlokasi di pelataran Kotamara Kota Baubau. Rabu (20/11) pukul 20.00 Wita.

Terlihat ada yang berbeda di malam pagelaran ini, penonton saat itu, seketika hening tak bersuara. Relung hati masyarakat seakan bergetar dan malam pun seakan senyap. Hal itu terjadi, detik-detik syair sastra kuno, yakni Kabanti Wolio yang berjudul Bula Malino atau Purnama Benderang, yang dikumandangkan langsung Ibu Hj Wa Ode Asma.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang merasa tersentuh, ketika satu persatu sair Bula Malino mulai terngiang ditelinga dan mengubah rasionalitas, lalu terbayang dibenak sebuah perjalanan manusia yang kelak akan kembali pulang disisi Sang Pencipta. Syair itu terasa hingga kurang lebih 30 menit, namun seolah waktu terasa singkat.

Usai syair Bula Malino, dilanjutkan dengan penampilan dua orang wanita berparas ayu menari tari Cendrawasih, sebuah tari Bali yang mengilustrasikan ritual-ritual perkawinan burung cendrawasih.

Kemeriahan malam itu, berubah rasa senang, apa lagi tampilan ketiga sebuah tarian dari daerah Gowa, kemudian ditutup dengan penampilan kelompok seniman suara, ditemani alat musik gambus Buton.

Tidak kala seru, dan dinantikan oleh seluruh masyarakat Kota Baubau, yakni malam ramah tamah, sebagai malam puncak sekaligus penutupan FKMA ASEAN VI POLIMA Tahun 2019, yang dipusatkan kembali di Pelataran Kotamara Baubau, pada Kamis malam (21/11/2019) pukul 20.00 Wita.

Kontributor: Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here