Penyerahan Piagam Kota Sehat Kategori Swastisaba Wiwerda Kepada Wali Kota Baubau Dr H As Tamrin MH, di acara Penutupan FKMA ASEAN VI POLIMA Tahun 2019

Baubau, Koransultra.com – Genap empat hari lamanya Festival Keraton dan Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN VI POLIMA 2019, ternyata banyak menyimpan kenangan dan kesan. Terutama, rasa haru, unik dan bahagia begitu melekat dari dalam benak Bapak Wali Kota Baubau Dr H As Tamrin MH.

Puncak acara ini, kembali berpusat di Pelataran Kotamara Baubau, Kamis (21/11) pukul 20.00 Wita.

Diawal sambutan, oleh Ketua Umum Forum Silaturahim Keraton Nusantara (FSKN) diwakili Sultan Lombok Lalu Satriawangsyah, ungkapnya, bahwa dirinya benar-benar merasakan jalannya FKMA VI POLIMA ini berjalan sukses yang luar biasa. Tak lupa ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya, dan ucapan selamat ulang tahun yang ke- 67 kepada Bapak Dr H As Tamrin MH.

“Salam POLIMA, semoga semakin mendapat rahmat dari Tuhan, serta nilai-nilai POLIMA ini bisa menjadi nilai yang universal,” Ungkapnya saat sambutan.

Lanjut Sultan Lombok, “Mewakili seluruh Raja/Sultan, ia mengucapkan mohon maaf bila ada kekurangan selama acara FKMA berlangsung,” Tuturnya.

Raja dan Sultan se Nusantara hadiri Penutupan acara FKMA ASEAN VI POLIMA di Pelataran Kotamara Kota Baubau

Sejalan dengan Sultan Lombok, Wali Kota As Tamrin, mengungkapkan, sebelum kegiatan FKMA ASEAN VI POLIMA 2019 ditutup dengan resmi, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Baubau, berterimakasih yang sedalam-dalamnya kami ucapkan kepada Raja-raja dan Sultan se Nusantara dan se – Asean, atas kehadirannya di Kota Baubau yang tercinta ini.

Sejenak kita replay, kata Wali Kota, apresiasi dari Sultan Lombok, tantu tidak berlebih-lebihan. Bagi Wali Kota, apa yang disaksikan secara langsung, bukan sekedar semarak seperti halnya suatu keramaian. Tapi, ukuran pentingnya berupa keceriaan dalam batin masing-masing.

“Saya sendiri pun merasakan, bagaimana perasaan saudara-saudara saya, dan bagaimana terakumulasi dalam batin saya, adanya ketulusan kita semua dalam rangka eksistensi FSKN,” Ucap Wali Kota dihadapan para tamu FKMA.

Lebih dari itu, lanjut Wali Kota “Ini merupakan wujud kepedulian kita, dalam mengangkat nilai-nilai budaya untuk dipertontonkan di mata dunia,”.

Terlihat rasa haru dan bahagia hiasi wajah orang nomor satu di Baubau itu, bahkan bukan hanya sekali saja beliau ucapkan rasa rasa terimakasih kepada Raja/Sultan dan seluruh para tamu FKMA.

Masih FKMA, As Tamrin berharap, Hadirnya FKMA benar-benar bisa berimbas pada psikologis masyarakat, mengangkat harkat martabat daerah, adat istiadat, dan membentuk karakter masyarakat yang dapat diandalkan.

Tak lupa Wali Kota juga sebutkan, Pemerintah Daerah dan lembaga adat merasa sangat puas atas pelaksanaan FKMA, erjalan baik, tertib , sampai terakhir malam ini, tidak ada hal yang mengecewakan.

“Sekiranya ada hal yang kurang, baik panitia dan seluruh penyelenggara FKMA kiranya dapat dimaafkan. Saya yakini itu pasti tidak disengaja, baik itu disadari ataupun tidak disadari namun itu tidak disengaja,” Tutur Wali Kota.

Kedepan, Kata Wali Kota, nilai-nilai keakraban FKMA ini semakin eksis, dan spirit nilai-nilai POLIMA dapat menjadi nilai-nilai kehidupan universal, sehingga revitalisasi budaya POLIMA dijadikan landasan masyarakat sebagai modal bangsa dan daerah.

Dikabarkan, kegiatan FKMA tahun 2020 akan dilaksanakan di Menado, dan tahun 2021 di Bantaeng.

Acara penutupan ini ikut dihadiri, Raja dan Sultan se – Nusantara, Wakil Walikota La Ode Ahmad Monianse, Forkompimda, OPD se-Kota Baubau serta seluruh tamu dan masyarakat.

Sebelum berakhirnya acara, Wakil Walikota lakukan penyerahan secara langsung Piagam Kota Sehat kategori Swastisaba Wiwerda kepada Wali Kota dihadapan seluruh Raja/Sultan dan tamu FKMA, serta ditutup dengan menyanyikan lagu berjudul ‘Kemesraan Ini’ dan ‘Tana Wolio’

Kontributor: Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here