Konferensi Pers di Pimpin Langsung Kapolsek Murhum Kota Baubau Ipda Marvi Oksiriana Cakti S.Tr.K, di Ruang Media Center Humas Polres Baubau (Selasa, 3 Desember 2019)

Baubau, Koransultra.com – Kepolisian Sektor Murhum Kota Baubau kembali berhasil mengungkap tersangka (TSK) penganiaya karyawan Oppo yang kerja disalah satu gerai ponsel. Hal itu, sehingga Korban atas nama Vita Fathona (24 tahun) tewas saat tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau, pada Senin lalu (2/12).

Keesokan harinya, tepatnya pada Selasa (3/12) sekitar pukul 14.22 Wita, Kapolsek Murhum Kota Baubau Ipda Marvi Oksiriana Cakti S.Tr.K, didampingi Kanit Reskrim di Ruang Media Center Humas Polres Baubau, dan dibuka langsung Kabag Humas Polres Baubau Iptu Sulaiman gelar Konferensi Pers.

HIptu Sulaiman, mengatakan, bahwa benar pada hari senin (2/12), Polsek Murhum telah berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang terjadi di dalam lingkungan Keraton Baubau. Korban inisial FV (24 th), pekerjaan Karyawan Ponsel Oppo, alamat lingkungan makmur, Kelurahan Liabuku, Kecamatan Bungi.

Sementara TSK inisial ER (29 th) alamat Kelurahan Melai Kecamatan Murhum Kota Baubau. Atas perbuatan nya, Kata Kabag Humas, tersangka dikenai pasal 44 ayat 3 junto pasal 5 huruf a UU No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama15 tahun penjara dan denda paling banyak 45 juta.

Sementara motif pelaku ini, kata Iptu Marvi, tidak ada motif khusus. Hasil keterangan yang didapat dari TSK ER, berawal saat korban VF datang menagih uang untuk biaya cicilan atas handphone yang diambil oleh TSK. Namun saat menagih, VF munculkan bahasa-bahasa kasar ke TSK sehingga TSK pun emosi, spontan TSK mengambil peralatan kerjanya yang digunakan menganiaya VF.

“Jadi karena TSK emosi dengan bahasa korban, spontan korban langsung dianiaya memakai alat palu (martil, red) yang sedang dipegang TSK dan senjata tajam (sajam) yang terselip di pinggang tersangka,” Jelas Kapolsek Murhum.

Diterangkan dalam konferensi ini, bahwa penganiayaan itu spontanitas TSK karena emosi atas bahasa VF. Cekcok panjang sampai akhirnya TSK pun hilang kendali lalu menghantam VF pada bagian punggung belakang dengan palu (martil, red). VF sempat lari diatas rumah, namun TSK mendatangi VF sembari membawa sajam yang dikantongi disebelah kiri. Sajam itu pun digunakan ER menikam tubuh VF sebanyak empat kali.

“Menurut pengakuan tersangka, empat kali tikaman sajam ditubuh korban. Tiga dibagian depan, satu tikaman dibagian belakang korban,” Ungkap Iptu Marvi.

Diketahui, lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak jauh dari tempat tinggal TSK, yang berada di areal Jaraijo Lingkungan Melai, Kecamatan Murhum Kota Baubau.

Mengenai hubungan antara TSK dengan VF masih resmi berstatus suami istri sejak tahun 2013, namun sejak bulan Juli 2019 TSK dan VF pisang ranjang, sehingga kata Kapolsek, TSK masih dikenakan UU No 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Saat ini TSK ER ditahan di Makopolres Baubau, sejak TSK menyerahkan diri pada Senin malam sekitar pukul 20.00 Wita. (2/12)

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here