Ketua Koalisi Pemuda Kepulauan Buton (KPK Kepton), Mursid si Kancil

Baubau, Koransultra.com – Cafe Beladona yang terletak di Kelurahan Lipu, kini tengah dilaporkan ke Pemerintah Kota Baubau. Hal ini, sesuai amanat Peraturan Daerah Kota Baubau No 2/2017 tentang penyelenggaran Tempat Hiburan Malam (THM).

Koalisi Pemuda Kepulauan Buton (KPK Kepton) yang diketuai Mursid, langsung surati Pemerintah Kota Baubau. Pasalnya, Kata Mursid, sebelumnya pernah terjadi tindak kriminal (penganiayaan berat) yang berada didalam THM Beladona pada tengah malam, atau sekitar pukul 23.30 Wita. (27/11).

“Masyarakat di sekitar tentu merasakan ketidak nyamanan. Ini sudah sudah berkaitan dengan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas),” Jelas Mursid.

Ditempat terpisah,Mursid menjelaskan, bila merujuk pasal 9 ayat 1 huruf c Perda No 2/2017, disebutkan, ‘bahwa setiap pemilik usaha menjamin keselamatan dan kenyamanan pengunjung, serta mencegah terjadinya tindak kriminal dan tindakan lain, yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat lingkungan sekitar’, Katanya.

Selain itu, pasal 15 Perda No 2/2017 BAB XI juga menjelaskan tentang sanksi administrasi kepada setiap orang pribadi atau badan hukum yang melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud didalam pasal 8 dan pasal 9, maka pemerintah harus memberi sanksi kepada THM.

“Pemkot harus beri sanksi keras, atas kejadian tindak kriminal di lokasi THM, sudah timbulkan ketidak nyamanan yang dirasakan masyarakat lingkungan sekitar,” Terang Mursid.

Sehingga dalam hal ini, tambah Mursid, “Pemerintah tidak boleh tebang pilih, karena kejadian di THM Beladona juga pernah terjadi di Anisa Karaoke. Saat kejadian tindak kriminal di Anisa Karaoke, Pemkot langsung amnil tindakan tegas berupa sanksi pencabutan izin usaha,”

Sebagai contoh, Kata Mursid, sebelumnya juga pernah ada kejadian yang sama di Tempat Karaoke Keluarga (Anisa Karaoke), yang juga saat itu punya akses penjualan minuman keras. Namun setelah timbul kericuhan ditempat itu dan itu pun diketahui oleh pihak Pemkot, Pemkot langsung mengambil tindakan yaitu dengan mencabut izin tempat usaha (SITU).

Bila disandingkan dengan yang terjadi di THM Beladona, Kata Mursid seharusnya itu ditindaki dengan hal yang sama seperti yang dialami oleh Anisa Karaoke

“Kalau Pemkot tidak menindaki ini, bisa saja muncul asusmi, bahwa Pemkot melakukan pembiaran dan kong-kalingkong dengan manajemen THM Beladona. Kami duga salah satu anggota dari Satpol-PP yang juga bekerja sebagai Manajer di THM tersebut, telah mengacuhkan situasi Kamtibmas dilingkungan itu,” Serunya.

“Pemkot harus beri saksi THM Beladona, agar masyarakat luas tidak berasumsi adanya pilih kasih atau tebang pilih setiap pemilik usaha yang tidak mematuhi Peraturan Perundang-undangan dan Perda Kota Baubau tentang Tempat Hiburan Malam,” Tandasnya.

Di tempat berbeda, hasil wawancara wartawan dengan Kasat Pol-PP Kota Baubau di kantornya (6/12), mengatakan, kalau untuk Anisa Karaoke dulu, bukan dicabut, tetapi karena izinnya sudah mati, kemudian tidak diberi akses untuk perpanjangan izin,” Jelasnya.

Diketahui pula, tidak lewat 1×24 jam, tepatnya saat kejadian Tindak Pidana tersebut, anggota Kepolisian Polres Baubau, gegas selidiki di TKP dan langsung mengamankan pelaku.

“Untuk pelaku kami lakukan penangkapan. Selanjutnya Sat Reskrim Polres Baubau sudah tidak ada tindakan selanjutnya. Pasalnya, sudah tidak ada lagi data yang dibutuhkan di lokasi TKP, Kata Kasat Reskrim AKP Ronald Arron Maramis

Lanjut Kasat, terkait THM nya semua kembali kepada kewenangan Pemkot Baubau sesuai Peraturan Daerah yang berlaku pada THM, Kata Ronald menjawab pertanyaan Mursid.

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here