Layang-layang kerasi di Muna. Foto: Bensar

Raha, Koransultra.com – Festifal layang-layang (Kaghati bahas Muna), yang diikuti tingkat pelajar SDN dan SMPN Se Kabupaten Muna, penyelenggara langsung mengumumkan hasil lomba di Desa Parida Kecamatan Lasalepa, Selasa 10 Desember 2019.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Muna bekerjasama dengan lembaga Pemuda Peduli Lingkungan (P2L) Kabupaten Muna.

Ketua Panitia dari Dikbud Muna, La Ode Ane SPD MPD mengatakan, layang-layang menghiasi langit merupakan hasil karya para siswa, dalam lomba tersebut juga diikutkan kreatifitas dan tradisional.

“Jadi penilaiannya lima kriteria secara nasional, namun hari kedua langsung di umumkan pemenangnya,” ujarnya.

Berharap, kedepannya festival layang-layang nanti direncanakan di pantai destinasi di Desa Towea. Jika mendukung anggaranya maka Iven tersebut bisa menghadirkan tingkat provinsi.

“Alasannya bisa menarik para wisatawan juga mendongkrak ekonomi daerah,” cetusnya.

Sementara itu Kadirun selaku dewan Juri, dengan hasil penilaian lomba tersebut tentu kami menjunjung nilai profesional. Maka dalam tersebut diikutsertakan layang-layang kreasi dan tradisional.

Layang-layang Tradisional di Muna, Foto: Bensar

Menyebut, penilaian dimulai dari pembuatan sampai menerbangkan layang-layang. Ini memang betul-betul hasil karya para siswa tanpa ada campur tangan.

“Sportifitas dalam melakukan penilaian, dan sesuai kriteria, kontruksi, kerapian, keindahan, dan ketenangan layang-layang,” bebernya.

Untuk diketahui, Hasil lomba kaghati, juara satu SDN 5 Watoputih, Juara dua bersama SMP Negeri 2 Raha dan SMP Negeri 6 Raha. Juara tiga SDN 1 Lohia.

Harapan, satu, SDN 17 Lohia, juara dua SDN 1 Watoputih dan juara tiga SMP Satap Lasalepa dan Favorit layang tradisional, juara satu SDN 1 Negeri Raha dan juara dua SDN 17 Lohia.

Kontributor: Bensar Sulawesi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here