Unaaha, Koransultra.com – Sejumlah sekolah di Kabupaten Konawe terancam tidak akan menerima dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) terhitung bulan Mei tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut diakibatkan beberapa kepala sekolah dikabupaten Konawe tidak mengikuti diklat penguatan kepala sekolah yang dilaksanakan oleh LPPKS di Kendari dari tanggal 15 sampai 22 desember 2019 lalu.

Kepala bidang ( Kabid ) GTK Kabupaten Konawe,Ganepo,mengatakan dalam Permendikbud nomor 6 tahun 2018 menyebutkan kepala sekolah yang tidak memiliki sertifikat penguatan kepala sekolah, sekolah tersebut tidak bisa menyelenggarakan ujian sekolah serta tidak dicairkannya dana sertifikasi guru dan dana Bantuan Operasional Sekolah.

“itu adalah konsekuensi yang harus diterima pihak sekolah.” ungkapnya

Lanjutnya buat para Kepala Sekolah di Kabupaten Konawe yang belum memiliki Sertifikat Penguatan Kepala Sekolah, pemerintah Pusat masih memberikan kesempatan hingga bulan April 2020.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( DIKBUD) Kabupaten Konawe, Dr.Suryadin,S.Pd , M.Pd, usai menyerahkan sertifikat Penguatan Kepala Sekolah secara simbolis, membenarkan ada beberapa kepala sekolah yang tidak mengikuti diklat penguatan Kepala Sekolah.

Dirinya menjelaskan diklat penguatan Kepala Sekolah tahun 2019 untuk kabupaten konawe terdiri dari empat gelombang, pada tahap ini seorang Kepala Sekolah dinyatakan tidak lulus dan 20 orang tidak mengikuti kegiatan tersebut.

“Masih ada yang belum terkaper terutama yang diangkat jadi Kepala Sekolah diatas bulan April 2018,apabila Kepala Sekolah tidak memiliki NUKS secara otomatis data-datanya invalid.” ungkapnya.

Data yang diperoleh media Koran sultra.Com Kepala Sekolah yang telah mengikuti Diklat Penguatan Kepala Sekolah sekabupaten Konawe berjumlah 316 , diantaranya tahun 2018 berjumlah 150 dan tahun 2019 berjumlah 166 Kepala Sekolah yang mengikuti Diklat Penguatan Kepala Sekolah.

Kontributor : Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here