Haswa Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Muna

Raha, Koransultra.com – Registrasi untuk memiliki akun di situs Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pihak sekolah SMA Negeri 1 Raha Kabupaten Muna, usai melakukan registrasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk menuju ke Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2020. 

Munculnya kritikan orangtua murid, tidak menerima data pemeringkatan yang dikeluarkan oleh pihak sekolah, bahkan bergulir sampai dimeja kepolisian.

Haswa Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Muna mengatakan, saya sesalkan kalau kasus adminstrasi sampai dimeja kepolisian, seharusnya orangtua siswa klarifikasi di sekolah. Terkait dengan human eror, perlu hargai.

“Saya sudah merekomendasikan pihak sekolah untuk melaksanakan penyempurnaan data yang sebenar-benarnya. Saya tidak setuju jika pihak sekolah bermain data,” tegasnya Kamis (13/2/ 2020) ditemui di SMA Negeri I Raha.

Ketua PGRI Muna dengan hal tersebut pihaknya, melakukan pembakapan data PDSS di Jakarta pada tanggal 22 Februari untuk menyelesaikan Maslah tersebut.

“Meski sudah masuk dalam rana hukum, tidak ada siswa yang dirugikan. Kemudian saya meminta dalam waktu sesingkat-singkatnya agar secara bersama-sama untuk menyelesaikan masalah tersebut,” cetusnya.

Hartina wali kelas 12 IPA 6 telah klarifikasi soal adanya nilai yang tidak sesuai pihaknya, sudah memanggil siswa Yustika Sari Ando dan Alzairah
untuk mengecek nila tersebut.

“Tidak ada satupun nilai yang keliru melalui PDSS, sebab dijadikan acuan untuk seleksi jalur nasional dan mereka tidak dirugikan siswa yang bersangkutan masuk di 40% dari pihak sekolah untuk mengikuti Seleksi Nasional (SN),” bebernya.

Menyebut, untuk masuk dijalur SN bukan berarti dinyatakan lolos sebab mereka masi mengikuti tahapan seleksi lewat mana kami belum mengetahui aturan perguruan tinggi.

“Intinya kita sudah menginput data sesuai dengan rapor,” Tutupnya.

Iptu Darul Aqsa selaku Kapolsek Katobu Kabupaten Muna, dikonfirmasi atas laporan tersebut mengatakan, kasus tersebut sebatas penyelidikan dan sudah memeriksa satu guru.

Iptu Darul Aqsa selaku Kapolsek Katobu Kabupaten Muna

“Kami sudah mengumpulkan data. Motif dugaan ada permainan terkait perengkingan dengan keperluan SNMPTN,” ucapnya diwaktu yang sama.

Kontributor: Bensar Sulawesi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here