postingan Abdul Rahman Ntarawe di media sosial facebook pada 12 Februari pukul 13.49 Wita berupa gambar piagam penghargaan terburuk bagi Pemkab Muna dengan nilai 0,00 yang dikeluarkan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sultra merupakan piagam palsu.

Raha, Koransultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna melalui Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kaldav Akiyda Sihidi resmi melaporkan pemilik akun facebook bernama Abdul Rahman Ntarawe ke Polres Muna soal dugaan pecemaran nama baik.

Laporan tersebut, postingan Abdul Rahman Ntarawe di media sosial facebook pada 12 Februari pukul 13.49 Wita berupa gambar piagam penghargaan terburuk bagi Pemkab Muna dengan nilai 0,00 yang dikeluarkan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sultra merupakan piagam palsu.

Akun tersebut diduga menyebarkan informasi bohong atau hoax dan berdampak pada pencemaran nama baik terhadap instansi Pemkab Muna dihadapan publik.

“Kami merasa ini pecemaran nama baik. Ini soal martabat Pemda” katanya pada awak media saat di jumpai di Makopolres Muna, Senin 17 Februari

Menurut pria yang karib disapa Kaldav ini, pelaporannya tersebuat tanpa ada tendensi politik Pilkada Muna dan untuk penanganan perkara hukumnya, Ia menyerahkan sepenuhnya pada penyidik kepolisan Polres Muna.

“Ini pelecehan, pencemaran nama baik Pemda. Jadi kami laporkan dugaan pelanggaran UU ITE,” bebernya.

Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho membenarkan telah menerima perwakilan Pemkab Muna yang akan melapor soal dugaan pelanggaran UU ITE.

“Disaksikan pejabat Polres dan diberi arahan juga kalau mau dilaporkan silahkan. Selanjutnya kita akan tindak lanjuti prosesnya,” ucapnya

Soal laporan UU ITE kata Debby pihaknya sudah banyak mendapatkan laporan dari masyarakat. Sayang perwira menengah Polri itu tidak mengetahui jumlahnya.

“Laporan masyarakat sudah ada, tapi untuk sampai ke pengadilan cek aja ke teman-teman di belakang (Penyidik Reskrim),” pintanya

Senada, Kasat Reskrim Polres Muna, AKP Muh Ogen Sairi menyatakan pihaknya sudah banyak menerima laporan terkait dugaan pelanggaran UU ITE. Salah satu perkara yang sudah divonis yakni perkara menginjak kitab suci Al-Quran lalu disebar di facebook medio 2018. ” Perkara ini sudah vonis,” Akuhnya.

Pelaku pelanggar UU ITE tegas perwira Polri berpangkat tiga balok dipundak itu mengatakan bisa dilakukan penahanan. Karena ancaman hukuman bagi terduga pelaku yakni enam tahun kurungan penjara.

“Ketika itu (terduga pelanggar UU ITE) sudah mencukupi bukti-bukti surat dan petunjuk serta keterangan ahli, bisa kita lakukan penahanan,” tegasnya.

Kontributor: Bensar Sulawesi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here