Ramadan – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Baubau

Baubau, Koransultra.com – Kurun waktu 14 hari terakhir, dugaan Tindak Pidana (TP) Pembunuhan terjadi secara beruntun, dan sudah mencapai tiga orang korban, nahasnya korban-korban tersebut, pun tidak dapat lagi tertolong oleh Medis alias meninggal dunia.

Membaca dari beberapa Media Pemberitaan yang meliput kejadian TP akhir-akhir ini, seperti TP yang dialami seorang laki-laki yang berinisial (UA) alias Marko (21 th), domisili di Lingkungan Kanakea, Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, pada Minggu dini hari (16/02/2020). Selanjutnya, TP pada Minggu malam (23/02/2020), yakni seorang remaja wanita, Wa Inni (13) ditemukan tewas di Simpang Lima, kemudian berselang beberapa jam, tepatnya Senin pagi lagi (24/02/2020), dengan lokasi di sekitaran pantai Lakeba, bernama Wa Devi (15), warga Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, juga ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka.

Kemunculan kejadian beruntun ini, ditanggapi langsung Ketua GMNI Cabang Baubau Ramadan. Ia menuturkan, hal ini menandakan bahwa Kapolres Baubau di anggap gagal dalam menciptakan Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Negeri seribu benteng ini, khususnya Kota Baubau. Katanya.

Disisi lain, Rama pun masih menaruh harapan. Kata dia, dengan adanya pergantian Kapolres baru ini, utamanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dapat lebih terpelihara,

“Banyaknya kasus pembunuhan ini, hingga kerusuhan didalam wilayah hukum Kota Baubau ini, kami anggap Kapolres gagal,” Tukas nya.

Kamtibmas, Kata Rama seyogianya adalah merupakan kewajiban, pelayanan dalam menjaga keamanan, perlindungan dan penegakan hukum.

“Kapolres, seharusnya mengevaluasi kinerjanya, agar kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi dan kami berharap juga agar secepatnya kasus ini dapat terungkap,” Tandasnya.

Kontributor : ATUL WOLIO

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here