Wakil Bupati Konsel, Dr. H. Arsalim Arifin saat menyampaikan sambutannya. Foto: Kasran/Koransultra.Com

Andoolo, Koransultra.Com – Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe Selatan (Konsel), dibawah kepemimpinan H. Surunuddin Dangga dan Dr. H. Arsalim Arifin menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Konsel tahun 2020. Dengan Tema: “Meningkatkan Iklim Investasi di Dukung oleh SDM dan Infrastruktur Yang Berkualitas Menuju Kemandirian Desa”.

Musrenbang kali ini dipimpin langsung Wakil Bupati Konsel, H. Arsalim Arifin didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), H. Sjarif Sajang, serta di ikuti Unsur Forkopimda diantaranya DPRD, Pimpinan OPD, Instansi Vertikal, dan para Camat, dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021. Sesuai dengan pencapaian indikator pembangunan tahun kelima yang telah ditetapkan dalam dokumen RPJMD Konsel Periode 2016-2021. yang bertempat di Aula Kantor BAPPEDA, Kamis (12/3/2020).

Dalam pidatonya, Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga, yang di bacakan Wakil Bupati Konsel, H. Arsalim Arifin saat membuka kegiatan mengatakan bahwa, Musrenbang Kabupaten yang dilaksanakan hari ini merupakan simpul dari serangkaian kegiatan proses perencanaan tahunan yang dilaksanakan mulai dari tingkat Desa/Kelurahan dan Kecamatan, sebagai bentuk pelaksanaan prinsip perencanaan Bottom Up untuk menjaring aspirasi masyarakat yang disinergikan dengan perencanaan SKPD, sebagai prinsip perencanaan Top down yang selanjutya akan menjadi bahan penyusunan RKPD Kabupaten Konsel Tahun 2021.

“Rangkaian panjang proses Musrenbang yang telah kita lalui ini, merupakan upaya dan komitmen kita bersama guna menciptakan kesamaan pandangan dan harapan dari seluruh pelaku pembangunan dalam memadukan strategi, kebijakan, program dan kegiatan prioritas untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Arsalim.

Dan sebagaimana dipahami bersama, bahwa pelaksanaan rangkaian kegiatan perencanaan merupakan sinkronisasi agenda dan prioritas pembangunan yang memerlukan dukungan pembiayaan baik yang bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN.

Olehnya itu Arsalim berharap, pelaksanaan Musrenbang ini dapat menjadi media interaktif bagi setiap stakeholder pembangunan, untuk mengambil peran sesuai dengan tanggungjawab masing-masing dalam melaksanakan pembanguan di Sultra khususnya di Konsel.

Untuk mendukung hal tersebut diatas, kita perlu terus mensinergikan antara tujuan dan sasaran jangka menengah nasional dengan tujuan dan sasaran jangka menengah Konsel yang diimplementasikan kedalam sasaran tahunan pada dokumen RKPD.

Berkaitan dengan hal itu, tuturnya, penyelarasan antara prioritas RKP yang berpedoman pada RPJMN 2020-2024 dengan RKPD Konsel tahun 2021 yang berpedoman pada RPJMD 2016-2021 mutlak untuk dilaksanakan, sebagaimana amanat UU No 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang mengamanatkan bahwa RKPD merupakan penjabaran dari RPJMD dengan mengacu pada RKP.

Dijelaskannya, dalam rangkaian Musrenbang RKPD kali ini, Pemda memfokuskan pembangunan pada isu-isu strategis yang dihadapi, yaitu Nilai Investasi, kemiskinan, Peningkatan Kualitas SDM dan Infrastruktur serta Kemandirian Desa. “Dikesempatan ini perlu saya ingatkan kembali, bahwa sejak tahun 2016, paradigma perencanaan pembangunan telah mengalami pergeseran dari paradigma money follow function menjadi money follow program yang lebih berointasi pada pemenuhan kesejahteraan rakyat,” ujar Arsalim.

Selanjutnya, karena memperhatikan kompleksnya usulan yang dibahas, Arsalim meminta perhatian kepada seluruh OPD agar memprioritaskan hal-hal sebagai berikut. Pertama, untuk menjadikan forum musrenbang sebagai forum tertinggi dalam mengimplementasikan prinsip perencanaan teknokratis, bottom up dan top down.

“Yang selanjutnya akan disinergikan dengan prinsip politis yang akan dilaksanakan bersama dengan lembaga legislatif, untuk mengsinergikan pokir DPRD sebagai bahan penajaman pencapaian visi dan misi RPJMD Konsel 2016-2021,” ujarnya.

Kedua, agar diarahkan pada penajaman usulan prioritas dari tingkat Desa/Kecamatan yang disinergikan dengan program priortas pembangunan tahun 2021 sebagaiman tema RKPD Konsel tahun 2021.

Ketiga, ia mengajak kepada semua pihak untuk terus meningkatkan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas dan ekonomis serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga perencanaan pembangunan yang dilaksanakan dapat lebih akuntabel dan transparan.

Keempat, untuk memilah prioritas usulan dengan sumber pembiayaan APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN, agar dapat dirumuskan untuk selanjutnya dapat diusulkan dalam Rakortekrenbang dan musrenbang Provinsi Sultra. “Dan untuk APBN agar diusulkan pada musrenbang nasional melalui aplikasi perencanaan nasional yang telah ditetapkan oleh Kemendagri atau BAPPENAS,” imbuhnya.

Kelima, BAPPEDA agar memperhatikan prioritas pembangunan Sultra dan Nasional sehingga RKPD Konsel menjadi bagian integral dari RKP dan RKPD Sultra, serta malakukan percepatan pemetaan program dan kegiatan sebagaimana Permendagri No 90 tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah, untuk menjadi lampiran dalam dokumen RKPD Konsel tahun 2021.

Di akhir sambutannya, Arsalim mengatakan bahwa makna program yang disusun lebih diorientasikan agar dimanfaatkan pada kepentingan rakyat untuk mencapai tujuan pembangunan.

“Untuk itu, diperlukan sinergitas dan akselerasi seluruh pemangku kepentingan pembangunan, dalam pencapaian visi pembangunan RPJMD, menuju Konsel Sejahtera, Unggul dan Amanah Berbasis Pedesaan Tahun 2021,” tutupnya.

Kontributor: Kasran

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here