Raha, Koransultra.com – La Ode Ando, segera melaporkan oknum guru ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), terkait dugaan mengubah nilai rapor beberapa siswa kelas 12 SMA 1 Raha Kabupaten Muna, untuk keperluan mendaftar di akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

La Ode Ando merupakan salah satu orangtua siswa sebagai korban, pihaknya dirugikan atas perubahan nilai lapor tersebut dari rangking 9 menjadi rengking 17 telah dikirim ke LTMPT.

“Saya laporkan ke Ombudsman, dengan dugaan menipulasi data. Jadi hari Senin saya serahkan dokumen laporanya,” ujar, Sabtu 14 Maret 2020.

Sejumlah bukti-bukti dia miliki, temukan dari 229 siswa kelas 12 SMA 1 Raha yang berubah rankingnya sebanyak 209 orang.

Kemudian ada 56 siswa yang diubah nilainya sehingga rangkingnya berubah, ada yang jadi naik rangkingnya dan ada yang turun akibat perubahan nilai tersebut. Berubahnya nilai ratusan pelajar diduga berkaitan dengan seleksi bebas tes masuk perguruan tinggi.

La Ode Ando, sebelumnya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Prov Sultra untuk memberikan tindakan kepada oknum guru. Ia juga mengaku sudah melaporkan dipihak kepolisian.

Selain itu, Ia juga menangapi pernyataan guru yang bersangkutan, bahwa itu bukan rana pidana berdasarkan rekamanya.

“Untuk memastikan pidana itu rana kepolisian. kemudian koordinasi lewat Dikbud Sultra secara internal hak mereka untuk menindak tegas, tetapi proses hukum tetap berjalan,” cetusnya.

Sebelumnya Haswa Ketua PGRI Kabupaten Muna telah merekomendasikan pihak sekolah untuk melaksanakan penyempurnaan data. Namun dikonfirmasi oleh media ini ketua PGRI belum memberikan keterangan secara resmi.

Kontributor: Bensar Sulawesi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here