Armeda Satrian Said, seorang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), jurusan FKIP-PGSD.

Baubau, Koransultra.com – Kewajiban kuliah dengan sistem daring (on-line) ini, pun dianggap sangat membebani mahasiswa khususnya. Pasalnya, dinilai tidak sebanding bila diukur dari jumlah pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) tahun akademik 2019/2020, sebesar Rp 2.200.000.

Covid-19 ini, pun amat terasa didunia Pendidikan, terutama kuliah online, seperti yang dialami La Ode Armeda Satrian Said, seorang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), jurusan FKIP-PGSD.

“Inilah kemudian menjadi problem baru bagi mahasiswa, tentunya kami ingin menuntut hak kami untuk menerima pelajaran sebagaimana mestinya,” Tegasnya di Media ini, Senini (30/03/2020).

Kata dia, percepatan penyebaran Virus Corona (Covid-19) sekejap merasuki ruang publik, baik skala Dunia hingga Nasional. Kelumpuhan aktivitas dimana-mana, termasuk dunia pendidikan tinggi di Indonesia ikut terseret, demi sosial distancing.

Selain itu, proses pencegahan 100% Covid-19 di UM-Buton. Kata Armaeda, dirinya sangat setuju. Tetapi disisi yang sama, mahasiswa yang juga terkena dampak itu, terutama biaya pembelian paket internet. Disini pihak Universitas perlu pikirkan kondisi tersebut.

Armaeda pun menegaskan, bahwa konflik situasi Covid-19 ini, sejalan dengan rentannya kondisi perekonomian masyarakat, begitupun mahasiswa yang punya keluarga dengan kesejahteraan dibawah rata-rata.

Lebih lanjut, Kata Armaeda lagi, setidaknya ada subsidi pihak kampus, berupa kompensasi pelaksanaan kuliah online berupa Voucher Kuota 1 bulan minimal 10 GB kepada mahasiswa/(i) aktif.

”Saya pikir itu tidak berat, kalau Universitas Keluarkan subsidi,”.

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here