Wakil Walikota dan Sekda Baubau ditemani beberapa OPD sedang Sidak stok pangan dan harga di pasar dan beberapa distributor beras.

Baubau, Koransultra.com – Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, didampingi Sekretaris Daerah Dr Roni Muhtar MPd, sidak (inspeksi mendadak) stabilisasi harga dan pasokan pangan disejumlah pasar, gudang dan distributor, yang ada di Kota Baubau. Minggu (29/03/2020).

Sikap ini, demi meredam dampak situasi pandemi Virus Corona (Covid-19), seperti harga kebutuhan pangan, misalnya beras dan lainnya, sekaligus memastikan kondisi stok kebutuhan pokok masyarakat.

“Memang dibeberapa tempat terjadi kenaikan, tapi informasi dari sejumlah distributor sesungguhnya tidak seperti itu,” Ungkapnya.

Sambungnya, “Ini kita sudah turun cek, kita pastikan stabilisasi harga, jangan sampai ada distributor yang coba main-main dengan harga. Terus kita pastikan kondisi ketersediaan stok pangan seperti apa,”.

Ketua DPC PDI Perjuangan itu, juga menerangkan kalau pun ada kenaikan, ini karena ongkos buruh ditengah Covid-19 yang melaksanakan social distancing, “sehingga aktifitas pelabuhan juga sedikit menurun dan berimbas sedikit kompensasi biaya angkut,” Ungkapnya.

Sebelumnya, banyak informasi yang beredar di masyarakat, seperti terjadi kenaikan harga beras yang cukup tinggi. Setelah jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau tinjau ditingkat pedagang/pengecer, terdapat kenaikan harga pasa distributor. kenaikan ini pun berkisar Rp 5 ribu hingga Rp10 ribu per-karung beras.

“Kalau kita kaji tadi dengan Pak Sekda rupanya memang informasi tentang kenaikan itu bukan pada daerah sumber (asal beras) yang menaikkan,” Ujarnya.

Dalam hal ini, upaya meminimalisir dampak Covid-19 pada kebutuhan pokok masyarakat khususnya, Pemkot telah berkoodinasi dengan Bulog, untuk dilakukan intervensi pasar, yakni pendistribusian pangan yang ada pada Bulog ke toko-toko. Soal harga nantinya masyarakat mempunyai pilihan-pilihan.

Monianse juga mengimbau, masyarakat Kota Baubau agar tidak panik dengan informasi yang tidak bertanggungjawab. Soal stok, Kata dia, untuk kebutuhan pangan didaerah ini masih cukup tersedia.

“Hari ini beras di Bulog akan masuk 150 ton dan satu atau dua hari juga akan masuk lagi 500 ton. Jadi saya kira untuk persoalan beras di Baubau masih aman, tidak usah ada penumpukan atau penimbunan dirumah masing-masing,” Terang Monianse.

Kepada distributor, Ketua DPC PDI Perjuangan ini menyarankan agar tidak bermain-main dengan isu-isu kenaikan harga. Bahkan, Pemkot tidak main-main bila masih ditemukan ada distributor yang melakukan penimbunan atau tergolong sebagai kejahatan ekonomi.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Baubau, Roni Muhtar mengatakan, ditengah Covid-19 ini harga sejumlah pangan terjadi sedikit kenaikan karena biaya pengangkutan dipelabuhan.

Wakil Walikota dan Sekda Baubau ditemani beberapa OPD sedang Sidak stok pangan dan harga di pasar dan beberapa distributor beras.

“Wajar kalau social distancing orang-orang menjaga jarak sehingga biaya pasti akan lebih banyak karena jumlah orang yang bekerja akan berkurang, sehingga ada kenaikan pengangkutan,” katanya.

Tak lupa, Sekda meminta kepada insan media, khususnya pembuatan berita tetap membangun optimisme. Peran media, kata dia, cukup besar baik berita soal Covid-19 maupun dampak yang ditimbulkannya, seperti kondisi ketahanan pangan saat ini.

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here