Ferry Suryanto, Ketua EK LMND Kabupaten Kolaka

Oleh : Ferry Suryanto, Ketua EK LMND Kabupaten Kolaka

Sejak penyebaran kasus Corona Virus (Covid-19) pertama kali di Wuhan, China, pada akhir 2019 lalu. Pemerintah Indonesia tidak menunjukan kesiapannya dalam melakukan pencegahan jika suatu waktu menyebar di Indonesia.

Ya mungkin pemerintah kita beserta jajarannya menganggap Covid-19 tidak akan masuk di negara kita. Alhasil banyak pejabat negara yang mengeluarkan statmen bahwa “masyarakat Indonesia kebal akan virus karna makan nasi kuning”. Sungguh statmen yang menurut saya sangat tidak berbobot dan tidak mengedukasi. Entah apa tujuannya, ya mungkin untuk mencegah agar tidak terjadi kepanikan di tengah-tengah masyarakat.

Namun menurut saya ada hal yang paling fundamental harusnya dilakukan oleh Pemerintah pada saat itu atau jauh sebelum Covid-19 menyebar luas di Indonesia, yakni mengedukasi masyarakat tentang bahayanya Covid-19 ini, bagaimana penyebarannya, atau bisa juga mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat (konsumsi makanan yg bergizi, etika kesehatan dalam bermasyarakat dan lain lain).

Kemudian pemerintah mestinya sejak awal telah melakukan proteksi dini dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, jauh sebelum masuk menyebar di Indonesia.

Dan etika Pemerintah yang tidak kalah penting untuk dikritisi adalah ketika negara-negara lain sibuk menutup pintu akses untuk masuk ke negaranya. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Presiden Jokowi dalam rapat kabinet 17 Februari 2020 justru meminta industri pariwisata nasional memberikan diskon bagi turis asing.

Hal ini saya anggap sangat krusial, tidak adanya kehati-hatian dalam mengeluarkan kebijakan. Al hasil pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang keseriusan Pemerintah dalam hal menjaga kepastian keselamatan kesehatan masyarakat.

Untuk diketahui, Update kasus baru virus corona di Indonesia hari ini, Selasa 31 Maret 2020, melonjak menjadi 1.414 kasus dengan 75 pasien sembuh, jangkau 31 Provinsi.

Menurut data yang ada tersisa provinsi Gorontalo yang masih steril dari kasus positif virus corona, setidaknya hingga hari ini.

Saat ini kecenderungan kasus baru infeksi virus corona atau Covid-19 di Indonesia memang masih terus meningkat.

Ketidak siapan Pemerintah dalam menangani kasus ini sudah terlihat sejak awal, sehingga korban terus bertambah dan lebih berfokus atau memprioritaskan penanganan ada di rumah sakit.

Padahal kalau menurut saya yang lebih prioritas adalah melakukan pencegahannya, pemerintah seharusnya lebih memaksimalkan pencegahan, misalkan saja dengan menjaga ketersediaan alat kesehatan pelindung diri, seperti masker, hand sanitizer atau anti septik dan lain lain.

Kebijakan Pemerintah harus lebih konkret dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus, antara saran dan sarana harusnya berbanding lurus. Jangan hanya memperbanyak saran namun tanpa sarana.

Contoh besarnya adalah ketika masyarakat disuruh menjaga kebersihan dan mencegah penularan kontak langsung, namun pemerintah tidak mampu menyediakan kebutuhan dasar perlindungan kesehatan diri seperti ketersediaan hand sanitizer, masker, dan disinfektan.

Serta ketika ada instruksi agar masyarakat diam atau bekerja di rumah, namun perkantoran atau dunia usaha tidak melakukan kebijakan yang linier dengan kebijakan pemerintah, masih sangat banyak yang ngewel sehingga kebijakan ini tidak maksimal.

Olehnya dari itu, keseriusan serta kelihaian Pemerintah dalam upayanya melawan Corona Virus masih harus lebih maksimal lagi. Demi terciptanya kepastian keselamatan kesehatan masyarakat.

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here