Pasca Rapid Tes, Jumlah ODP Covid 19 Di Konawe Berkurang

Unaaha, Koransultra.Com – Pasca dilakukannya Rapid tes Covid-19 sejak hari minggu sampai senin jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami penurunan jumlah ODP.

Dari data per tanggal 28 Maret 2020 s diketahui sebanyak 69 orang yang masuk kategori ODP Covid 19,kategori PDP sebanyak 3 orang, kini sebanyak 63 orang dinyatakan turun status dari Orang Dalam Pantauan atau ODP menjadi lepas pantau.

Juru bicara tim gugus percepatan penanggulangan Covid 19 Kabupaten Konawe, dr. Dyah Nilasari menjabarkan dari 63 ODP yang lepas pantau tersebut tercatat 49 WN asal Tiongkok yang menjadi TKA di Morosi ,8 orang warga tumpas dan 6 orang warga anggaberi sementara 3 orang warga Tumpas turun status dari ODP menjadi OTG.

“untuk dua orang karyawan toko indomart masih status ODP dikarenakan masih menunjukan gejala,”jelasnya kemudian.

Dikatakan terkait pelaksanaan Rapid Tes kepada sepuluh orang dinyatakan hasil tersebut negatif sementara untuk ke 49 TKA tidak diberlakukan rapid tes dikarenakan berdasar pada buku revisi keempat Kemenkes RI, status mereka masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala atau OTG, hal itu juga dikarenakan ke 49 TKA tersebut telah melalui masa karantina 14 hari tanpa menunjukan gejala Covid 19 tersebut.

“Sesuai SOP kita masih akan melakukan RDT yang kedua kali untuk orang yang sama sampai benar-benar hasilnya negatif,” ungkapnya.

Untuk perkembangan data terbaru per 31 Maret 2020 ini ditemukan kasus ODP baru yakni satu orang asal kecamatan wawotobi desa kasumewuho,sehingga total ODP menjadi 4 orang diantaranya.

2 orang kelurahan anggaberi
1 orang kecamatan Lambuya
1 orang kecamatan Wawotobi

Untuk PDP Covid 19 berjumlah 3 orang
1 Orang kecamatan Routa
2 orang Kelurahan Tumpas yang terkonfimasi Positif.

Jumlah OTG berjumlah 3 orang dari kelurahan Tumpas.

Kontributor: Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here