Ilustrasi

Raha, Koransultra.com – menyikapi aksi borong (panik) ditengah merebaknya Covid-19, Polres Muna dan pemerintah Kabupaten Muna terus
operasi pasar (OP) awasi kenaikan harga beras atau sembilan bahan pokok (Sembako).

“Kami sudah melaksanakan operasi pasar, distributor dan Bulog tidak ada kenaikan harga beras,” ujar AKP Muh. Ogen Sairi, Kasat Reskrim Polres Muna, Kamis 02 April 2020.

Guna mencegah adanya penimbunan bahan pokok dan kenaikan harga pasca mewabahnya virus corona (Covid-19) tim polres Muna terus mengadakan pengawasan ketat.

“jika ada oknum melakukan penimbunan beras atau sembako untuk kepentingan diri sendiri makan yakni diproses hukum,” tegasnya.

Sementara, La Ode Darmansyah selaku kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Muna, menyikapi soal kenaikan harga beras.

“Kalau harga beras, tidak ada kenaikan yang signifikan, cuma dipicu ongkos buruh. Jadi naik sekitar Rp 4 ribu sampai Rp 10 ribu perkarung.
Sebab minim buruh yang bekerja, karena adanya wabah virus Covid-19,” cetusnya usai rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID) Kabupaten Muna, dipimpin Bupati Muna, Rabu 01 Maret 2020.

Kontributor: Bensar Sulawesi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here