Kepala Sekolah SMAN 1 Batuputih, Andi Ahmad

Lasusua, Koransultra.com – Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Batuputih, Kecamatan Batuputih, Kolaka Utara (Kolut), Andi Ahmad membantah isu jika sekolah yang dipimpinnya dijadikan lokasi pertambangan oleh perusahaan PT Kasmar Tiar Raya (KTR).

“Itu tidak benar adanya. Mereka (PT KTR red) tidak melakukan penambangan dihalaman sekolah seperti yang diisukan,” tegas Andi Ahmad, Kamis (02/4/2020).

Andi Ahmad mengaku, PT KTR hanya meratakan gunung yang berada didekat sekolah untuk dijadikan tempat lapangan upacara dan lapangan olah raga. Sesuai permintaan dari pihak komite dan sekolah karena pertimbangan sempitnya halaman sekolah.

“Apanya yang merusak disitu! Malahan kami senang karena sekarang sekolah tidak terhalang lagi oleh gunung. Karena kita tahu sekolah ini berada diatas perbukitan,” tegas Andi Ahmad lagi.

“Sebelumnya kan lapangan upacara kita sempit dan lapangan olah raga tidak ada. Makanya kita minta tolong kepada perusahaan untuk digusur atau meratakan dihalaman sekolah. Ini kan juga untuk kepentingan sekolah,” sambung Andi Ahmad.

Menurut Ahmad, aktivitas yang dilakukan oleh PT KTR bukan atas dasar kemauan dari perusahaan itu sendiri melainkan permintaan dari pihak komite dan sekolah. Apalagi kata Andi Ahmad, kegiatan tersebut telah mendapat persetujuan dari semua pihak. Baik dari pihak sekolah, komite, pemerintah desa hingga orang tua siswa. Bahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) provinsi Sultra diwakili Kepala Cabang Dinas (KCD) Kolut sendiri juga telah melihat langsung kondisi yang terjadi di sekolah tersebut.

“Kepala KCD Dikbud Kolut sudah melihat kondisi ini. Kata dia tidak ada masalah selagi untuk kepentingan sekolah. Kenapa mau dilarang. Malahan disuruh ratakan lagi,” katanya.

Andi Ahmad juga menampik isu jika terjadi persekongkolan antara pihak perusahaan, pihak sekolah dan pemerintah desa untuk memuluskan aktivitas penggalian dari perusahaan tersebut. Menurut Andi Ahmad semuanya tidak benar.

“Mereka kan tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Ketidaktahuan mereka, jadi melempar isu yang tidak benar,” kata Andi Ahmad mengklarifikasi.

Meski begitu, Andi Ahmad tetap berharap agar pihak perusahaan kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.

“Karena jujur saja sudah berapa kali kami minta kepada perusahaan lain yang menambang didekat untuk meratakan dihalaman sekolah tapi tidak ada tanggapan. Makanya komite bermohon kepada perusahaan melalui surat yang disetujui oleh kepala sekolah, baru kali ini direspon,” katanya.

“Kami berterimah kasih kepada perusahaan karena telah membantu sekolah kami,” tutup Andi Ahmad.

Kontributor : Fyan

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here