H. Arhawi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wakatobi. Foto: Surfianto Nehru

Wakatobi, Koransultra.com – Lima orang warga Wakatobi menunjukkan gejala reaktif Imunoglobulin G (Positif IgG) sesuai pemeriksaan rapid test tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terhitung sejak tanggal 26 April hingga 30 April 2020. Hal itu diungkapkan Ketua gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Wakatobi, H Arhawi. Dalam konferensi pers di ruang kerjanya, Kamis (30/4/2020).

Lima warga positif rapid test yang dimaksud tersebar di tiga kecamatan yakni, kecamatan Wangi-wangi Selatan 2 orang, kecamatan Wangi-wangi 1 orang, serta kecamatan Kaledupa 2 orang.

‘Beberapa hari terakhir ini masyarakat kabupaten Wakatobi diributkan oleh hasil rapid test yang di dalamnya ada beberapa warga kita yang mengalami reaktif Imunoglobulin G (Positif IgG) dari hasil rapid test itu,” ujar H. Arhawi.

Lanjut H. Arhawi, sesuai penjabarannya 4 orang dintaranya adalah klaster eks KM.Lambelu berstatus OTG sementara 1 orang warga kelurahan Pongo kecamatan Wangi-wangi merupakan penumpang kapal reguler (bodi batang) dan dideteksi setelah pasien mangalami keluhan, itupun 8 orang keluarganya yang diduga pernah berinteraksi telah diperiksa dan menunjukkan hasil non reaktif.

Ke-5 pasien tersebut telah di isolasi sesuai rekomendasi tim gugus tugas percepatan penangangan Covid-19 kabupaten Wakatobi. Jika hasil pemeriksaan tes Swab pada senin (4/5/2020) mendatang menunjukkan status gejala serupa baru dilakukan isolasi ditempat fasilitas kesehatan yang telah di siapkan.

“Senin depan tes Swab dilakukan lalu dikirim Ke kendari, mudah-mudahan secepatnya didapatkan hasilnya sehingga tim gugus segera mengambil langkah. Kita berdoa semua dari 5 orang ini terhindar dari Covid-19 sehingga bisa berinteraksi dengan masyarakat sekitar,” kata dia.

Ia juga menjelaskan tim gugus telah dilakukan pengecekan terhadap setiap masyarakat masuk terutama lewat Pelabuhan dan Bandara sebagai pintu masuk utama. Lalu, ada perintah pemeriksaan ulang khususnya eks penumpang KM. Lambelu dan KM. Dorolonda.

“Ada perintah untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap masyarakat yang masuk ke kabupaten Wakatobi khususnya penumpang KM Lambelu dan KM Dorolonda maka kita temukan lima orang warga Wakatobi yang hari ini menurut rapid test ada reaktif Sembari menunggu maka kami belum bisa pastikan positif atau tidak namun ada gejala reaktif Imunoglobulin G (Positif IgG),” katanya.

Bupati Wakatobi menghimbau warganya untuk tetap komitmen mengikuti himbauan pemerintah. Karena penanganan dan pencegahan Covid-19 merupakan tanggung jawab seluruh warga.

“Pencegahan dan penanganan Covid-19 bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Tapi seluruh masyarakat Indonesia sesuai kapasitasnya. Jadi kalau dihimbau pakai masker, tetap di rumah dan lain sebagainya harus diikuti. Sehingga persebaran wabah ini bisa teratasi di Wakatobi,” kata H. Arhawi.

Terkait perkembangan penanganan Covid-19 di kabupaten Wakatobi hingga pertanggal 30 April, pelaku perjalanan dari negara atau daerah terdampak Covid-19 berjumlah 2.879 orang, kemudian selesai dalam pemantauan sebanyak 2.097. Jumlah tersebt lebih banyak dibanding orang masih dalam pemantuan berkisar 782 orang sementara berstatus OTG ada sekitar 144 orang.

Kontributor: Surfianto Nehru

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here