Rahmat Raeba selaku kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB)

Raha, Koransultra.com – Merebaknya pandemi Covid-19 di dunia ternyata berdampak pada sistem kesehatan perempuan, salah satunya kehamilan.

Diperkirakan dalam beberapa bulan ke depan terjadi peningkatan jutaan perempuan yang tidak dapat mengakses pelayanan keluarga berencana, mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, mengalami kekerasan berbasis gender, dan praktik berbahaya lainnya.

Berdasarkan data penelitian yang dikeluarkan United Nations Population Fund (UNFPA), badan PBB di bidang kesehatan seksual dan reproduksi, mengungkapkan dampak Covid-19 dalam skala besar terhadap perempuan.

Namun hal tersebut tidak terjadi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, rupanya angka ibu hamil justru menurun jika dibandingkan ditahun 2019 pada bulan Januari Sd Maret 1.236 orang atau 6,80 persen. Tahun 2020 ditengah covid-19 sampai Mei, tercatat 1.171 atau 3, 88 persen.

Ditengah pandemik, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), mengambil langkah penyuluh KB dengan memberikan edukasi tentang Program Pembangunan Keluarga.

“Ditengah pandemi corona, tetap melakukan pelayanan KB terhadap masyarakat seperti impan, Spiral, Pil KB, suntik KB, kondom dan tetap mengacu kepada protokol kesehatan,” ujar
Rahmat Raeba kepala DPPKB Muna, 14 Kamis 2020

Pihaknya, DPPKB selalu proaktif diseluh puskesmas di Muna menyalurkan alat kontrasepsi.

Kemudian, Kerja keras tidak terlepas terhadap petugas PKB ( Penyuluh Keluarga Berencana), PLKB ( Petugas Lapangan Keluarga Berencana), kader KB dan para tenaga medis se Kabupaten Muna.

“Alhamdulilah, kerja keras kita berhasil, hingga angka ibu hamil turun saat pandemi dan tentu angka baby boom ( ledakan kelahiran) juga turun,” terang

Kontributor: Bensar Sulawesi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here