Wakil bupati konawe,Gusli Topan Sabara,(mengenakan helm) saat berkunjung disalah satu penggilingan padi dikecamatan Padangguni

Unaaha, Koransultra.Com – Wakil Bupati Konawe,Gusli Topan Sabara, kembali monitor harga gabah petani dikecamatan padangguni kabupaten konawe,selasa 19 April 2020.

Gusli Topan Sabara yang turun ke lapangan dan menyempatkan diri bertatap muka dengan petani sawah dibuat “murka” dengan ulah para tengkulak, betapa tidak harga gabah petani dikecamatan tersebut anjlok.

Diketahui harga gabah kering panen atau GKP para petani dikecamatan tersebut hanya bisa mencapai kisaran angka Rp.3500 perkilogram bahkan sampai turun menjadi Rp.3000 perkilogram,belum lagi diluar potongan timbangan gabah perkarung, Kondisi itu dinilai sangat merugikan para petani sehingga perlu peran Bulog untuk mengatasi anjloknya harga gabah tersebut.

“Bulog harus berperan mengatasi anjloknya harga gabah di kalangan petani. Sebab Bulog berwenang melakukan penyerapan gabah para petani,” ungkapnya usai menemui petani dikecamatan padangguni.

Dikatakan apabila pihak Kantor Bulog sub divre unaaha tidak merespon apa yang terjadi dimasyarakat petani dirinya akan turun tangan sendiri melakukan penyegelan kantor Bulog.

“Ini tidak bisa kita biarkan,besok saya akan ke Kantor Bulog Komunikasikan permasalahan ini,sekarang ini dimana kita berpihak apakah petani atau tengkulak,andai tidak ada respon dari Bulog saya sendiri yang gembok kantor Bulog,” tegasnya.

Sementara itu salah seorang petani saat ditanya terkait harga gabah kering panen mengatakan GKP mereka dibeli oleh tengkulak dengan harga bervariasi dari 3500 sampai 3000 perkilogram.

“Kami dimintai harga 3500 sampai 3000 perkilogram itu belum termasuk potongan timbangan perkarung yang bervariasi, kasihan kami para petani dengan harga tersebut kami bisa apa,kapan kami juga bisa sejahtera bila terus-terusan seperti ini”tuturnya.

Sementara itu dikecamatan lain,harga gabah petani kembali bervariasi,Irawati petani asal kecamatan Abuki,mengatakan rata-rata hasil panen mereka diambil dengan harga 3400 perkilogram.

“Dengan harga segitu kami petani merasa rugi,apalagi saat ini banyak hama yang mengharuskan kami mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli peptisida,”jelasnya.

seperti diketahui untuk melakukan perlindungan terhadap petani kementrian perdagangan telah mengeluarkan Permen nomor 24 tahun 2020, harga pembelian gabah kering panen atau GKP dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25% dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10% sebesar Rp4.200,00 (empat ribu dua ratus rupiah) perkilogram di tingkat petani atau Rp4.250,00 (empat ribu dua ratus lima puluh rupiah) per kilogram di penggilingan.

Kontributor : Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here