Foto: dok istimewa,
Lurah Waruruma Kota Baubau Masrul, S.H., saat konferensi pers terkait hak jawab.

Baubau, Koransultra.com – Dengan bijak Lurah Kelurahan Waruruma, Masrul SH layangkan permohonan maaf terhadap warganya saat Konferensi Pers di kediamannya Kompleks Perumnas Waruruma. Senin (1/6), sekitar pukul 19.30 Wita.

Sebelumnya, media Koransultra.com merilis berita berjudul ‘Disuruh Pulangkan Sembakonya, Warga Baubau Ini Sempat Malu Hingga Naik Pitam’.

Ihwal hak jawabannya, Lurah akui kalau ia merasa bersalah soal penarikan sembako (beras, telur, minyak) ke warganya, apa lagi tidak melalui koordinasi lebih dulu dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Baubau.

“Saya minta maaf kasihan sebesar-besarnya, tidak ada niat lainku,” pintanya singkat bercampur rasa sedih dan perasaan bersalah.

Hal ini bukan tanpa sebab. Disatu sisi Lurah bersyukur warganya dapat bantuan, namun disisi lain ada warga yang juga membutuhkan namun belum dapat.

“Penarikan itu hanya untuk kepentingan warga lain yang belum terkafer, jadi tidak ada niatku apa lagi untuk menjatuhkan warga yang lainnya” akunya.

Lurah menjelaskan penarikan sembako ini dipicu karena banyak warga yang tiba-tiba datang dirumahnya, keluhkan belum disentuh bantuan sama sekali, Lurah seketika itu muncul rasa sedih di hatinya.

Mau tidak mau, RT kemudian diperintahkan, supaya warga yang dapat dobel bantuan, mau mengembalikan.

Lurah pun meluruskan, bahwa pengembalian sembako itu  tidak ada kata harus diganti. Apa adanya saja yang bisa dikembalikan, yang penting kita kasih saudara-saudara kita yang belum terkafer, katanya.

“Bapak ibu mau pilih apa, pilih uang atau beras, kalau pilih uang berasnya saya tarik untuk saya kasihkan warga yang belum terkafer. Jadi tidak ada hal-hal yang lain,” ungkap Masrul, kutip apa yang ucapannya saat itu ke warga yang sudah terima bantuan dobel.

“Masyarakat yang punya hati mengembalikan, langsung sembako kita kasi di warga yang belum dapat,” tambahnya.

Selain itu, Lurah juga mengakui, pendataan warganya yang terdampak pandemi Covid-19 sangat terburu-buru. Ia mengungkapkan, karena keburu datanya mau dikirim, serta melihat RT IV belum mendata, akhirnya Lurah perintah RT 1 Nur Ija mendata di RT lainnya.

“Terus terang saja RT IV itu tidak mendata kemarin,  RT I saya perintahkan untuk mendata,” tuturnya.

Konferensi pers ini, dihadiri Bambang (Anggota GMNI Cabang Baubau), Camat Kokalukuna, bersama rekan pers.

Lebih lanjut, awalnya Lurah mengira tidak ada masalah, selain diberi pilihan bagi warga yang sudah terima dobel, juga sembako yang dikembalikan langsung dibagi saat itu juga ke warga yang belum dapat.

“Saya kira tidak ada masalah juga, itu saja tidak ada maksudku begini-begini, mau mengharapkan imbalan juga tidak, hanya semata-mata untuk kepentingan masyarakat,” kata Masrul.

Lanjut, “Tapi kan hanya segelintir saja yang mau menjatuhkan saya,” keluhnya.

Hingga berita ini terbit, masih ada beberapa warga yang belum terima bantuan, namun kabarnya, ada bantuan yang pencairannya melalui Bank BPD, katanya lagi.

“Nama-nama warganya sudah ada, kita tunggu saja. Kita juga belum begitu tau apa nama bantuannya ini,” Ucapnya.

Diketahui, saat ini warga di Kelurahan Waruruma yang terdiri dari 13 RT dan 3 RW, sudah terima BLT pusat sekitar 100 orang lebih dan 100 orang lainnya penerima BLT Provinsi.

Bukan itu saja, ternyata warga juga sempat dimintai uang pengertian Rp 50 ribu oleh oknum RT, hanya saja Lurah membantah dan tidak tahu menahu hal itu bahkan tidak pernah ada perintah.

“Saya tidak pernah perintahkan itu, saya hanya suruh RT pergi tanya warga yang terima bantuan dobel itu. Jadi tidak ada sangkut pautnya di saya,” tutupnya.

Menurut Lurah, pemerataan pembagian bantuan di Kelurahan Waruruma Kota Baubau, tergantung data dari setiap RT. Pasalnya, Lurah hanya terima data dari RT.

Kontributor : Atul Wolio

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here