Unaaha, Koransultra.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Konawe – Sulawesi Tenggara menggelar aksi damai untuk kali kedua atas penolakan kedatangan 500 TKA Cina di Morosi. Senin (22/6/2020).

Dalam orasinya Erik Supiat mengatakan, kami tidak pernah anti terhadap investasi dan kami mengerti kalau dengan hadir nya mega industri itu menguntungkan pihak masyarakat dan pemda Konawe.

Tapi dengan masuknya 500 TKA asing Menjadi tanda tanya bagi kami di saat ribuan tenaga kerja lokal yang di rumahkan pihak perusahaan karena pandemi Covid – 19.

Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara, yang menerima massa aksi damai HMI cabang Konawe di ruangan Wakil Bupati Konawe mengatakan masuknya 500 TKA merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat dan Kabupaten Konawe merupakan bagian dari Pemerintah Pusat yang harus loyal terhadap pemerintah Pusat. Dan kedatangan TKA itu sesuai dengan protokol kesehatan pandemi Covid- 19.

Mengenai penerimaan tenaga kerja lokal, kata Gusli, kami dari pemerintah daerah akan mengambil alih peroses perekrutan tenaga kerja lokal yang akan bekerja di mega industri Morosi.

Untuk rekrutmen 3500 tenaga kerja lokal melalui Dinas Nakertrans dan Catatan Sipil Kabupaten Konawe,akan mengutamakan pekerja lokal masyarakat kabupaten konawe.

Saya meminta agar adik adik HMI cabang konawe untuk bersama – sama mengawal proses perekrutan tenaga kerja lokal di mega industri morodi.

Kita akan menerapkan protokol kesehatan dalam menerima tenaga kerja sesuai perda nomor 13 tahun 2018.

Kami akan transparan dalam penerimaan tenaga kerja di mega industri dan mengakomodir semua kecamatan yang ada di konawe agar terjadi pemerataan penyerapan tenaga kerja nanti nya.

Sementara itu ketua HMI cabang konawe Irfan dalam dialog nya mengatakan, kehadiran HMI merupakan mewakili kepentingan masyarakat dan HMI siap kawal demi kepentingan masyarakat konawe dan kami meminta agar kedatangan 500 TKA dari cina itu harus memenuhi protokol kesehatan Covid-19 dan kami mengharapkan pemerintah daerah lebih tegas dalam melihat aturan visa TKA Cina itu jangan sampai mereka memakai visa wisata bukan visa tenaga kerja.

Gusli Topan Sabara, menyambut positif dengan masukan dari adik adik HMI. Pemerintah Kabupaten Konawe siap melaksanakan pengawasan seperti yang di harapkan HMI.

“Saya meminta jangan mendengar isu isu yang menyesatkan, karena VDNI sekarang masih tahap konstruksi. Kita berikan dulu kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan pekerjaan tehnis konstruksi nya. Kalau sudah kelar 100 %, Saya sendiri yang akan memimpin bila tidak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan,” pungkas Gusli.

Kontributor: Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here