Muhammad Akhirullah ketua Bappilu DPC PDI-P Kabupaten Muna didampingi
Ibrahim ketua PAC Katobu Muna, memakai baju merah.

Raha, Koransultra.com – Dunia tidak dapat dipisahkan dari dunia politikan temaksud di negeri ini. Arus dan arah politik tergantung dengan kondisi dan multi kepentingan.

Partai Indonesia Demokrasi Perjuangan (PDIP) besutan Megawati Soekarnoputri, bagaikan gadis cantik direbut para kandidat untuk kendaraan menuju pesta demokrasi 9 Desember 2020 di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Klaim dan mengklaim, padahal DPP PDI-P belum mengeluarkan rekomendasi terhadap bakalan calon Bupati Muna, namun yakni partai dinahkodai oleh Ibu Megawati dikutip di Kompas.com, para kadernya yang telah mendapatkan rekomendasi untuk maju dalam Pilkada 2020 wajib mengikuti sekolah partai.

Namun fakta dilapangan terindikasi ditubuh PDI-P terjadi pro kontra, buktinya penjemputan balon Bupati Muna LM. Rajiun Tumada bersama calon wakilnya H. La Pili (RAPI) juga ikut berkibar bendera PDIP.

Bahakan pernyataan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Muna, La Fiudin,
dari 22 PAC yang tersebar di 22 Kecamatan di Muna, 19 PAC sudah bertanda tangan dan diajukan ke DPP PDIP mendukung balon Rapi.

Dengan peryataan tersebut, angkat bicara salah satu kader Ibrahim juga ketua PAC Katobu Muna,
tidak benar barangkali pendapatnya, sebab
DPP belum mengeluarkan rekomendasi terhadap semua calon.

“Saya secara pribadi mendukung kader PDI-P yakni petahana, Rusman Emba dan Bahrun Labuta wakilnya, saya berharap DPP segera untuk mengeluarkan rekomendasi agar semua kader akan tunduk sesuai mekanisme,” ujar Senin (10/8/2020).

Muhammad Akhirullah ketua Bappilu DPC PDI-P Kabupaten Muna mengatakan, sampai detik ini ketua umum PDI-P belum mengeluarkan secara formal, maka semua pihak harus sikap lebih bijak.

Kemudian, soal terjadi pro dan tidak terhap petahana memang ada sebab ini pandangan masing-masing tapi yakin jika keputusan DPP yang sifatnya harus dihormati oleh seluruh kader.

“Semuanya sah sah saja, semua punya pilihan, sikap diatur secara merdeka dan konstitusional didalam partai. Ketika ada putusan maka dua pilihan taat kepada organisasi atau mengundurkan diri sebelum dipecat, ini esekonsi tetapi melalui mekanisme partai diberi tiga sangsi,” cetusnya usai merawat aqua hidroponik-nya.

Semua balon diberlakukan sama, selagi belum ada putusan partai, untuk mendapatkan rekomendasi

“Akan ada keputusan yang sifatnya formal, insyah Allah yang akan menyejukkan partai,” tutupnya.

Kontributor: Bensar Sulawesi

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here