Unaaha, Koransultra.com– Mediasi antara Pemerintah desa sekecamatan Motui dan pihak perusahaan PT Obsedian Stainless Steel (OSS) yang diwakili oleh mr. Yang dan Ronny Syukur, terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat aktifitas pembakaran batu bara diseputaran PLTU milik PT OSS, dilaksanakan di kantor PT OSS yang beralamatkan  desa  porara Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, pada hari senin 22 februari 2021.

Diketahui aktifitas pembakaran batubara diseputaran PLTU milik PT. OSS, berdampak pada masyarakat dibeberapa desa dikecamatan Motui Kabupaten Konawe yang berupa penyebaran debu sehingga mendapat reaksi dari massa Himpunan Pemuda Pelajaran Dan Mahasiswa ( HIPPMI ) sekecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wabup Konawe, Gusli Topan Sabara, Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto, S.I.K, anggota DPRD Konawe, Nuryadin Tombili, yang hadir sebagai penengah dalam rapat tersebut, agar permasalahan tersebut mendapat kesepakatan sesuai keinginan kedua belah pihak. Tampak juga dalam kegiatan tersebut Kasat Intelkam Polres Konawe AKP Syukri Masse, Kasat Reskrim Polres Konawe, IPTU Husni Abda, Kasat Sabhara AKP Ta’sakka, KaSubag Bin Ops, IPTU Nuryamang, Kapolsek Bondoala IPTU Reginald Yunawan Sujono, Kapolsek Sampara IPTU Made Adi Ismanto.

Dalam kegiatan tersebut Kapolres Konawe, AKBP Yudi Kristanto, S.I.K, ingatkan kedua belah pihak untuk selalu menjaga keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

“Mediasi yang dilakukan untuk mencari win-win solution terkait masalah tersebut, agar tercipta situasi kamtibmas yang aman dan damai, antara pihak perusahaan PT.OSS dengan masyarakat Kecamatan Motui kabupaten Konawe Utara,” kata Yudi Kristanto.

Selain pembahasan dugaan pencemaran lingkungan dalam rapat juga dibahas terkait tuntutan masyarakat akan rekrutmen tenaga kerja, masyarakat meminta agar zona rekrutmen bagi masyarakat kecamatan Motui di samakan dengan Zona I seperti kecamatan Bondoala.

Kegiatan tersebut berjalan kondusif dan menghasilkan beberapa kesepakatan antara perusahaan PT.OSS dengan masyarakat Kecamatan Motui untuk membentuk tim menguji air dan abrasi, Penerimaan karyawan PT. OSS Kecamatan Motui sebanyak 500 kuota kerja, Penanganan debu batu bara mulai dilakukan penyiraman dan pembangunan tembok serta pemasangan terpal dan penurunan timbunan batu bara dan bagi masyarakat yang mengalami sakit akibat debu pembakaran batu bara, ditanggulangi pihak perusahaan dengan mencantumkan surat keterangan dokter.

Kontributor : Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here