Unaaha,Koransultra.com– Pawai ogoh-ogoh selalu menjadi pemandangan menarik jelang hari Nyepi tiap tahun baru saka. Tetapi untuk tahun ini hampir di semua daerah tidak menggelar kegiatan tersebut mengingat kondisi yang masih dalam pandemi.

Tidak terkecuali umat hindhu darma didesa Adat Dwi Tunggal Buana, desa yang tergabung dalam dua kelurahan mekar dan sendang Mulyasari kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe.

Dikatakan ketua PHDI Kabupaten Konawe, Ketut Suciko kegiatan perayaan hari Nyepi kita tetap mengikuti arahan pemerintah dalam menerapkan Prokes sehingga perayaan Nyepi berlangsung dengan aman dan baik.

” Pawai Ogoh-Ogoh tidak dilaksanakan, itu kami lakukan untuk mencegah penyebaran covid 19,” terangnya.

Dikatakan menjelang hari Nyepi diadakan ritual Melasti dan tawur kesanga dan selanjutnya ritual pengurupukan

Sementara itu, Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia kabupaten Konawe, Kadek Rai Sudiani, berharap kepada umat hindhu dharma dalam musim pandemi covid 19 tidak mengurangi makna dari pelaksanaan Catur Barata Penyepian.

Wanita yang juga wakil ketua I DPRD Konawe ini tidak lupa menyampaikan kepada umat hindhu sekabupaten konawe, agar dalam pelaksanaan baik menjelang maupun pasca Nyepi, meminimalisir terjadinya klaster-klaster baru.

“Mewakili pemerintah dan pengurus Parisada Hindu dhama kabupaten Konawe menghimbau untuk mematuhi protokol kesehatan baik itu menjelang maupun pasca hari Nyepi tahun baru saka 1943 ini,”tutupnya.

Pada saat Nyepi umat hindhu dharma akan melakukan Catur Brata Penyepian. Dalam ritual tersebut umat hindu dharma melakukan Amati Geni, yang berarti tidak boleh menyalakan api, Amati Karya, yang berarti kita tidak melakukan aktivitas, ketiga adalah Amati Lelungan atau tidak boleh bepergian ke luar rumah dan yang terakhir adalah Amati Lelanguan, yaitu tidak boleh mencari hiburan.

Kontributor : Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here