Unaaha,koransultra.com– Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, kabupaten Konawe menghadiri acara panen perdana dilokasi peningkatan indeks pertanaman tiga kali panen dalam setahun diKelurahan Mekar Sari Kecamatan Tongauna, Rabu 7 April 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut kepala pertanian provinsi Sultra,KaBulog provinsi, Ketua DPRD Konawe, Kajari Konawe, Dandim, Kapolres Konawe serta para OPD sekabupaten Konawe.

Dalam sambutannya, Kery Saiful Konggoasa, mengatakan program pemerintah dalam hal sektor pertanian mempunyai arti penting dan strategis. Sehingga sektor pertanian harus mendapatkan perhatian khusus agar keberhasilan yang telah dicapai oleh petani dapat ditularkan kepada petani sehingga keberhasilan tersebut dapat merata dan menyeluruh dicapai oleh petani atau kelompok tani di Kabupaten Konawe.

Dikatakan, keberhasilan yang maksudkan adalah keberhasilan
dalam meningkatkan produksi padi dan peningkatan indeks pertanaman pada lahan sawah daerah irigasi teknis, yang diakui selama ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam hal pengelolaannya.

Bupati dua periode ini membeberkan bahwa potensi lahan yang layak untuk persawahan dikabupaten Konawe,
seluas 90.050 ha dan sampai saat ini yang sudah berfungsi dan dapat
ditanami setiap tahunnya baru mencapai 42.000 ha, dengan frekwensi panen dua kali dalam setahun.

” Peningkatan produksi padi di Kabupaten Konawe pada tahun 2019 mencapai 220.451 ton dengan luas panen 56.764 ha sedangkan tahun 2020 mencapai produksi 271.281 ton dengan luas panen 67.798 ha,” kata Kery.

Lanjutnya, produksi beras tahun 2019 mencapai 136679,6 ton, mengalami peningkatan pada tahun 2020 menjadi 161654 ton beras. Jika dihitung dengan konsumsi rata-rata perkapita perhari 300 gr atau setara dengan 110 Kg perkapita pertahun, maka konsumsi beras untuk masyarakat kabupaten konawe dengan jumlah penduduk 259.946 jiwa adalah 28.4640 pertahun.

“Apabia dihitung produksi beras dikurangi dengan yang dikonsumsi maka Kabupaten konawe menjadi daerah surplus BA Sulawesi Tenggara dimana pada tahun 2019 surplus beras Dea 108.215,6 ton dan tahun 2020 surplus beras mencapai 133.190 ton,” Kata Kery.

Keberhasilan tersebut dikatakan tidak terlepas dari program pemerintah daerah yang menyalurkan bantuan berupa benih padi unggul bersertifikat, penyediaan sarana pengendalian hama dan penyakit, bantuan pupuk organik, penjaminan asuransi gagal panen, penyediaan sarana mekanisasi pertanian dalam bentuk Brigade Alsintan, Peningkatan Jalan Usaha Tani, perbaikan Jaringan Irigasi tersier dan saat ini adalah Peningkatan Indeks Pertanaman menjadi Tiga Kali Panen dalam setahun untuk menjamin
ketersediaan bahan pokok pangan secara berkelanjutan.

Akan tetapi Bupati Kery tidak menampik dalam mewujudkan program pemerintah daerah masih banyak kekurangan diantaranya tersediaan alsintan yang di dinilai masih sangat minim jika dibandingkan dengan areal sawah yang ada, terutama di Kecamatan tongauna lokasi sasaran kegiatan program
IP 300 memilik luas lahan 2.450 ha.

“Saat ini alsintan yang dimiliki oleh Kelompok Tani baik bantuan dari pemerintah maupun swadaya yaitu
traktor roda empat 2 unit, traktor roda dua 56 unit, alat pengering (dryer)
belum ada, penggilingan padi besar 1 unit dan penggilingan padi sedang
5 unit,” terangnya.

Disampaikan dalam hal irigasi tersier ditingkat usaha tani masih banyak mengalami kerusakan
sehingga suplay air kesawah petani tidak optimal, kuota pupuk subsidi belum mencukupi kebutuhan petani khususnya petani padi sawah dan hortikultura, Alat oleh tanah (traktor roda 4) masih minim bila dibanding dengan rasio luas lahan sawah fungsional.

Sarana pengendalian hama penyakit tanaman terutama ketersediaan
racun hama dan penyakit masih sangat terbatas,penanganan pasca panen berupa alat panen (combain harvester) dan pengering (dryer) sangat dibutuhkan petani. Harga gabah ditingkat petani pada saat panen raya sering anjlok

Berdasarkan pembagian kewenangan daerah irigasi terdapat potensi lahan untuk persawahan yang menjadi kewenangan Provinsi dan Pusat seluas 8.681 ha yang belum direalisasi pengembangannya untuk penambahan luas baku lahan sawah
Kabupaten Konawe.

“Diharapkan Pemerintah Provinsi Bulog, dan pihak terkait dapat
memberikan solusi terkait dengan pemasaran hasil surplus beras
Konawe,”pungkasnya.

Lipsus : Adv

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here