Unaaha, Koransultra.com- Kepala Dinas Nakertrans kabupaten Konawe, Joni Pisi, menanggapi atas pemberhentian tiga orang eks sekuriti PT WIKA pada 14 maret 2021 lalu.

Joni Pisi menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian pasalnya informasi yang dia terima ketiga sekuriti diberhentikan sehari setelah menjalankan tugas diduga atas perintah salah seorang oknum kepala desa.

Saat ditemui, Joni mengatakan pihak Nakertrans Konawe tidak mencampuri urusan perekrutan karyawan yang dilakukan oleh perusahaan, pihaknya hanya sebatas membantu pemberkasan pencaker akan tetapi dari kasus ketiga sekuriti yang dipecat pihak perusahaan, cuma bertugas sehari saja lalu diberhentikan itu yang akan ditelusuri dan pertanyakan kepada pihak manajemen PT WIKA.

“Penerimaan tenaga sekuriti tentunya punya tahapan-tahapan dan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi terutama kesehatan tetapi tidak juga hari ini karyawan diterima lalu besoknya diberhentikan,” kata Joni Pisi.

Dirinya juga mengungkapkan sejauh ini PT WIKA belum melaporkan aktifitas rekrutmen karyawan karena itu wajib, setiap perusahaan ada laporan ketenagakerjaan dan dikatakan pihak Disnaker telah melayangkan surat kepada pihak manajemen PT WIKA tetapi belum ada kelanjutannya.

“Kita akan segera mengatur pertemuan dengan manajemen PT WIKA, saya akan mempertanyakan time scedul perusahaan berapa kebutuhan tenaga kerja supaya kita bisa catat, karena harus kita tahu juga karena pekerja tersebut belum permanen, tetapi persoalan sekuriti perlu kita pertanyakan,” kata Joni.

Sementara itu, Eti Nurbaiti saranani, kabid Hubungan Industrial disnakertrans kabupaten konawe menyampaikan, mediasi antara eks sekuriti dan perusahaan PT WIKA pernah dilaksanakan. Dalam mediasi tersebut diketahui ketiga sekuriti tersebut belum mendatangani kerjasama antara kedua belah pihak dan mendapatkan kompensasi sebesar 500 ribu.

“Mereka belum tandatangani kesepakatan kerja, yang mereka tanda tangani adalah tanda masuk diperusahaan,” kata kabid

Sebelumnya salah seorang eks karyawan, Hermawan mengaku sangat kecewa dengan pemberhentian mereka yang atas permintaan oleh oknum kepala desa sehingga dirinya dan kedua rekannya diberhentikan dari tugas sebagai sekuriti.

”Pada tanggal 14 Maret kami datang ke perusahaan disana ada kami tanda tangani berkas, dan kami diberi perlengkapan sekuriti akan tetapi pada malam harinya saya mendapat kabar kalau kami telah diberhentikan oleh perusahaan, alasannya atas perintah kepala desa.” katanya.(Ns/AK)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here