Unaaha koransultra.com- Dalam mangatasi persoalan turn over (perputaran) beras yang lambat di gudang penyimpanan beras milik Bulog subdivre Konawe.

Diketahui kapasitas gudang penampungan beras milik Bulog Konawe hanya mampu menampung 5000 ton beras sementara kabupaten Konawe sendiri yang terkenal salah lumbung padi provinsi Sultra, produksi beras petani mencapai 200 ribu ton gabah.

Dengan kondisi tersebut, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, berkomitmen membantu Bulog Konawe dengan terus berupaya mencari market agar beras yang ditampung di gudang Bulog bisa terjual. Teranyar, Bupati Konawe dua periode itu memfasilitasi penjualan beras Bulog ke kota Manado provinsi Sulawesi Utara, Senin (24/5).

Bupati dua periode tersebut mengatakan, penyaluran beras ke Manado itu dimaksudkan dalam rangka mendukung stok beras Sultra dalam mewujudkan ketahanan pangan. Selain itu pula, pengiriman beras lintas provinsi tersebut juga merupakan bentuk intervensi pemerintah kabupaten (pemkab) Konawe dalam mensiasati daya tampung beras yang terbatas di gudang Bulog Subdivre Konawe.

“Beras yang dikirim itu merupakan hasil pengadaan petani Konawe. Mudah-mudahan pengiriman beras ini berjalan lancar sehingga dapat dinikmati warga di Sulawesi Utara,” ujar Kery Saiful Konggoasa, Senin (24/5), dikantor Bulog Subdivre Konawe.

Kery menjelaskan, beberapa daerah di wilayah timur Indonesia sangat membutuhkan pasokan beras. Misalnya di kota Manado dan Palu. Beberapa daerah di wilayah timur Indonesia itupun, diterpa bencana belum lama ini.

“Syukur alhamdulilah kita bisa bantu atasi semua itu. Itu karena beras Konawe sangat melimpah produksinya,” ungkap Kery.

Ia menjelaskan, Bulog Konawe sebenarnya siap menyuplai beras ke sejumlah daerah di luar Konawe. Apalagi produksi padi sekali panen mencapai 200 ribu ton. Yang jadi persoalan, lanjutnya, Bulog saat ini memiliki keterbatasan daya tampung beras di gudang penyimpanan. Yang mana, Bulog Konawe hanya mampu menampung beras kurang lebih 5.000 ton.

“Sisa inilah yang lagi kami lakukan untuk membantu memasarkan beras Bulog. Sehingga nanti juga kita akan buatkan Perbup supaya pegawai atau BUMN itu ambil beras di Bulog,” jelas Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PAN Sultra itu.

mantan Ketua DPRD Konawe itu mengatakan, saat ini harga pembelian gabah kering panen (GKP) milik petani di Konawe telah ditetapkan sebesar Rp 4.200 per kg. Kalaupun ada kasus pembelian gabah dibawah harga yang ditetapkan pemerintah itu, katanya, bisa jadi hal tersebut disebabkan kualitas gabah yang rendah. Ia sesumbar, Bulog pun tidak mungkin membeli beras petani secara sembarangan tanpa melihat kualitas beras yang dijual petani.

“Karena beras itu tidak boleh terlalu lalu disimpan. Kalau lama diendapkan, bulirnya akan pecah-pecah. Kami dari pemerintah akan melakukan intervensi agar perputaran beras Bulog bisa cepat. Saya akan upayakan beras Bulog cepat laku supaya Bulog bisa kembali membeli beras di kalangan petani,” tutup Kery Saiful Konggoasa. (NAS/ADV)

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here