Unaaha, Koransultra.com– Di tengah pemberkasan ulang tenaga guru PPPK tahun 2021, ratusan guru Taman Kanak-kanak (TK) se-kabupaten Konawe berharap dapat diangkat menjadi tenaga guru Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak atau PPPK.

Pasalnya untuk kabupaten Konawe, guru Taman Kanak-kanak hanya mendapat kuota 16 orang.

Ketua Forum FGH-PGRI Konawe Haspian, S.Pd berharap para guru taman kanak-kanak dapat direkrut menjadi guru Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Kata Haspian, pembentukan karakter anak berawal dari Taman Kanak-kanak, hal ini yang membedakan dengan satuan pendidikan lainnya.“Di TK itu tempatnya pembentukan karakter anak, basisnya di situ,” kata Haspian, Jumat 11 Februari 2022.

Menanggapi hal tersebut, Asran Lasahari, kepala seksi kompetensi dan pengembangan karir Dinas Pendidikan dan kebudayaan Konawe menjelaskan penerimaan guru PPPK hanya berdasarkan kebutuhan sekolah. Sehingga itu harus berkesesuaian dengan kebutuhan sekolah masing – masing.

“Terbatasnya penerimaan PPPK di sekolah TK karena kebutuhan sekolah yang sangat terbatas yakni hanya 16 tenaga PPPK untuk empat sekolah TK Negeri di Konawe. Sementara jumlah Guru TK di Konawe 447 orang (PNS dan Non PNS),” katanya.

Asran juga menyebutkan, Ijazah yang tidak linear merupakan salah satu kendala dalam pengusulan kuota guru PPPK TK, ia menilai ijazah guru tidak berkesudahan dengan kuota guru TK.

” linearitas ijazah juga menjadi kendala dalam pengusulan kuota PPPK. Ada guru kita yang mengajar di TK, sedangkan ijazahnya pendidikan guru SD bukan guru TK (PGTK),” tutupnya.

Laporan : Nasruddin

Desain Terbaru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here